SKIP TO MAIN CONTENT

Menduga Tidak Akan Lolos Seleksi, Ini Penerima Elizabeth O'Neill Journalism Award 2026

Irene Sarwindaningrum
Recipient of Elizabeth O'Neill Journalism Award 2025-26 Irene Sarwindaningrum. Credit: SBS Indonesian

Jurnalis Irene Sarwindaningrum ingin melihat bagaimana Australia dan Indonesia dapat memperdalam hubungannya, terutama di tengah tantangan geopolitik dan teknologi yang semakin berkembang.


Published

Updated

By Tia Ardha

Source: SBS



Skip to podcast episode content

Jurnalis Irene Sarwindaningrum ingin melihat bagaimana Australia dan Indonesia dapat memperdalam hubungannya, terutama di tengah tantangan geopolitik dan teknologi yang semakin berkembang.


Irene Sarwindaningrum, seorang jurnalis senior dari harian Kompas di Indonesia, menjadi salah satu penerima Elizabeth O'Neill Journalism Award dari pemerintah Australia untuk tahun ini. Berpengalaman di dunia jurnalisme selama hampir 19 tahun, Ms Sarwindaningrum mengaku awalnya ia menduga tidak akan lolos seleksi.

"Pengumumannya baru tahun ini bahwa saya lolos. Akhirnya ya dengan sangat bahagia pergi ke Australia," ujarnya, menceritakan bahwa aplikasi untuk award ini sudah diajukannya pada tahun lalu.

Reporter penerima Anugerah Jurnalistik Adinegoro untuk laporan investigasinya terkait masker palsu saat pandemi COVID-19 ini saat ini bertugas di desk internasional, dengan ketertarikan menulis antara lainnya tentang geopolitik, hubungan Australia-Indonesia, dan teknologi kritis seperti AI dan media sosial.

Irene Sarwindaningrum
Irene Sarwindaningrum (R) listening to DFAT's Mary Powter explaining the reason behind the decision to choose her as the recipient of Elizabeth O'Neill Journalism Award 2025-26. Credit: SBS Indonesian

Mary Powter dari Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) Australia termasuk salah satu yang terlibat dalam proses penilaian aplikasi untuk penghargaan ini. Ia mengatakan bahwa proses penentuan pemenangnya sangatlah kompetitif.

“Proses seleksinya sangat kompetitif dan kami menerima banyak sekali aplikasi dari jurnalis Indonesia dan Australia. Saya ingat aplikasi Irene sangat menonjol,” ungkap Ms Powter. “Dia memiliki ide yang sangat bagus untuk liputan yang ingin dia lakukan di Australia.”

Bagaimana Ms Sarwindaningrum melihat perbedaan dunia jurnalisme di Australia dan Indonesia? Apa pandangannya tentang komunitas-komunitas yang ditemuinya di Australia? Dan apa saja yang ingin disorotnya dari kunjungannya ke Melbourne, Sydney, dan Canberra ini?

Dengarkan podcast ini selengkapnya.

Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu jam 3 sore.
Ikuti kami di Facebook dan Instagram, serta jangan lewatkan podcast kami.

Latest podcast episodes

Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Stream now