Bergabung bersama dengan SBS Indonesian
ada teman baru dari Brisbane. Halo Pak
-Deni Kurniawan apa kabar?
-Halo Mbak, Mbak Tia terima kasih ya. Eh
-kabar baik alhamdulillah saya hari ini.
-Puasa masih lancar Pak?
Alhamdulillah sejauh ini lancar ya di
Brisbane.
-Belum ada bolongnya Pak?
-Waduh kayaknya kita nggak, nggak ini ya
Pak sudah nggak bolong nih. Halo udah
[tertawa] nggak boleh bolong lagi.
[tertawa] Nggak boleh-- udah nggak ada
cerita bolong ya Pak ya?
Sudah nggak boleh bolong ya. Kalau
laki-laki apalagi ya.
Oh gitu ya bener nggak ada alasan ya Pak
ya.
-Nggak ada alasan, nggak ada alasan.
-Pak Deni ini dari Indonesian Islamic
Society of Brisbane. Beliau adalah salah
satu advisor begitu ya Pak?
Betul Mbak ya. Saya satu advisor untuk
Indonesia Islamic Society of Brisbane.
Nice. Ini boleh kita kenalan dulu mungkin
Pak dengan komunitasnya.
Ya terima kasih Mbak Tia. Ini kami dari
Indonesia Islamic Society of Brisbane ini
organisasi masyarakat Indonesia yang ada
di Brisbane ya. Kami sudah berdiri sejak
tahun '75 jadi tahun ini sudah menginjak
umur lima puluh satu tahun. Dan
yang kita rang-- apa yang kita masukkan
dalam anggota IISB adalah umat muslim yang
Indonesia yang ada di South East
Queensland ya. Jadi yang ada di Brisbane
apa anggotanya itu ada yang dari student,
yang dari Indonesia dan juga
para diaspora Indonesia yang menetap di
Queensland ya di Brisbane dan sekitarnya
gitu. Ya untuk kegiatannya sih memang ada
beberapa ada tiga kegiatan yang kita
laksanakan di IISB. Yang pertama itu
adalah ini tempat silaturahmi ya tempat
kumpul masyarakat muslim yang ada di
Brisbane dan sekitarnya. Kemudian juga
kami ada kajian-kajian, kita juga ada
beberapa program sosial juga, ada bikin
ada pengajian rutin, kemudian juga ada TPA
untuk anak-anak, kemudian juga ada
beberapa diskusi ya tentang keagamaan dan
keindonesiaan. Dan yang lainnya juga
ya ini adalah ajang silaturahmi lah untuk
teman-teman
muslim yang ada di Brisbane dan
sekitarnya.
Oh dan Bapak sendiri kalau masih ingat
mungkin kurang lebih berapa tahun terakhir
-terlibat di IISB ini Pak?
-Kebetulan saya masih student ya Mbak Tia.
Jadi saya datang tahun 2023 jadi saya
kurang lebih sudah aktif di IISB kurang
-lebih tiga tahun ya sejak ini.
-Nah, jadi boleh dong tiga tahun terakhir
kalau masa Ramadan kemudian menjelang Idul
Fitri dan di Idul Fitri sendiri
rekan-rekan IISB ini acaranya biasanya
bagaimana Pak?
Ya Idul Fitri atau Ramadan ini memang
salah satu bulan paling padat ya IISB
setiap tahun itu selalu mengadakan
kegiatan keagamaan ya. Terutama apa
namanya kegiatan yang paling besar itu
kami selalu mengadakan buka bersama untuk
masyarakat Indonesia yang ada di
Queensland. Itu biasanya setiap hari Sabtu
kita adakan berkeliling di kampus-kampus
dan kebetulan di sini ada di
apa Griffith University, di University of
Queensland, di QUT ya Queensland
University of Technology dan juga di
Indonesia Muslim
Center of Queensland juga. Jadi itu salah
satu yang terbesar biasanya setiap akhir
minggu setiap Sabtu itu ada sekitar empat
ratus sampai lima ratus masyarakat
Indonesia yang ikut buka bersama bersama
kami.
Yang kedua juga di apa di bulan Ramadan
itu kita juga melaksanakan tarawih
kita keliling ke rumah-rumah melaksanakan
salat tarawih
dan siraman rohani di sana gitu. Jadi ya
lumayan cukup padat. Jadi selama bulan
Ramadan biasanya kami mengadakan mungkin
bisa sampai tiga puluh sampai empat puluh
Apa kegiatan di Ramadan ini. Kalau IISB
itu kepengurusannya per tahun ya. Jadi
setiap tahun kita ada annual, annual
general meeting gitu
apa namanya pengurusnya berganti. Jadi
saya tahun kemarin kebetulan saya
Tapi karena sudah satu tahun berganti ke
pengurus yang lain. Biasanya memang
yang sebagian besar yang jadi pengurus itu
biasanya student dari yang ada di
Queensland ya. Dan ya kalau untuk siapa
yang me-manage itu biasanya kita ada
komite lima orang. Kemudian kita juga
untuk kegiatan-kegiatan seperti ini kita
membentuk panitia melibatkan student dan
juga penduduk Indonesia yang ada di sini
Mbak. Jadi ya yang, yang apa yang
mengorganisir sebetulnya ya gantian aja
Karena kalau dari ceritanya tadi setiap
minggu misalnya setiap Sabtu gitu kan ada
buka puasa bersama kemudian di tempat yang
beda-beda ini kayaknya repot sekali
-komitenya gitu kan Pak?
-Betul iya lumayan gitu ya. Jadi memang
setiap minggu itu kita menyediakan paket
makanan meals ya untuk sekitar ya paling,
paling sedikit biasanya tiga lima puluh
sampai empat ratus gitu ya
untuk masyarakat yang berbuka itu. Kita
juga melaksanakan ibadah apa salat tarawih
juga. Tapi ya alhamdulillah Mbak jadi
kalau untuk memenuhi itu ada kita gotong
royong lah seperti kebudayaan orang
Indonesia ya. Jadi ada beberapa teman
student yang menyumbang mungkin makanan
sepuluh paket, ada yang dua puluh paket,
lima puluh paket, ada juga yang menyumbang
sampai seratus gitu ya. Ada juga beberapa
kali itu ada kebetulan teman Indonesia
yang udah punya bisnis di sini, punya
bisnis makanan gitu beliau jadi sponsor
menyediakan empat ratus bakso gitu ya atau
empat ratus makanan gitu. Jadi
ya kita inilah gotong royong dan juga apa
melaksanakan fundraising juga dari
komunitas Indonesia yang ada di sini
secara swadaya ya.Alhamdulillah Mbak masih
berjalan lancar dan ya kita, kita
mengelola dan memberdayakan anggota saja
Mbak. Jadi kita juga kerja sama dengan--
kalau dari IISB kita biasanya kerja sama
dengan ee yaitu masyarakat Indonesia juga
kita selalu kerja sama dengan berbagai
macam lembaga Indonesia juga yang ada di
sini ya. Jadi komunitas-komunitas yang
lain gitu ya kita ajak juga
ee dari berbagai ee apa latar belakang
gitu ya. Jadi kita istilahnya mencoba
membuat apa supaya Ramadan ini bisa berkah
sebenarnya maksudnya. Makanya salah satu
program yang, yang kita laksanakan di
Ramadan itu ee kita punya brand Mbak
namanya SERAMBI. Semarak Ramadan di
Brisbane gitu. Jadi kita mencoba untuk apa
me-melibatkan sebanyak mungkin entitas ee
masyarakat Indonesia dan ee pemerintah
juga yang di sini. Itu alhamdulillah tahun
kemarin ee 2 minggu kemarin, kemarin kita
ee undang ini salah satu minister yang
Minister of Multiculture dari Queensland
ya untuk hadir di buka bersama. Jadi kita
juga memperkenalkan ini budaya Indonesia
seperti ini kepada ee apa
elemen pemerintahan juga yang ada di
Queensland.
-Right. Dan Serambi juga tampil begitu?
-Serambi tampil ya.
Jadi kita, kita undang minister-nya untuk
datang bersama-sama buka bersama sama
-masyarakat Indonesia di acara kami gitu.
-Jadi ini kalau mungkin ada pendengar yang
tinggal di daerah Brisbane kemudian belum
terlibat dengan organisasi ini dan
kepingin gitu berarti boleh ya karena ini
sebenarnya terbuka untuk umum. Betul, Pak
-Deni?
-Betul ya terbuka untuk umum Mbak. Jadi ee
memang itu seringkali sih kita ee apa
namanya keterbatasannya memang
kadang-kadang di ini ya di tempat ya. Jadi
memang biasanya yang antusiasme
masyarakat untuk ikut tuh selalu banyak ya
bisa sampai lima ratus gitu. Cuma
kadang-kadang memang di lokasi karena
keterbatasan tempat dan segala macam
mungkin biasanya sampai lima ratus, empat
lima puluh gitu ya. Tapi ini kita ee
selalu ee sebarkan undangan di grup-grup
WhatsApp dan juga di ee sosial media milik
IISB Mbak di IISB dot inc gitu ya.
-Di Instagram ataupun di Facebook.
-Oke.
Kami mengundang masyarakat Indonesia untuk
bergabung di acara-acara kami.
Right. Ini kan di pekan terakhir bulan
Ramadan ya, Pak Deni. Ini apakah masih
akan ada acara lagi yang besar dari IISB
atau langsung nanti pada saat Idul Fitri
Biasanya masih ada Mbak. Jadi ee yang akan
kita laksanakan biasanya untuk Ramadan
karena alhamdulillah kalau di, di Brisbane
itu kita juga masyarakat Indonesia sudah
punya masjid ya. Jadi ada Indonesia Muslim
ee Center of Queensland. Jadi ini
masjid Indonesia yang bisa menampung
sekitar lima ratus sampai enam ratus
jemaah. Jadi IISB bekerja sama dengan IMCQ
itu melaksanakan ee shalat Idul Fitri
ee berjamaah Mbak. Kita mengundang
masyarakat untuk datang ke situ,
menyiapkan ee apa tempatnya, IMCQ
menyediakan makanannya gitu ya. Jadi
shalat, setelah shalat Ied ada makanan
Indonesia juga gitu ya. Kadang-kadang
untuk student juga kita fasilitasi untuk
jemputan ee dari kampus ya. Jadi kita
sediakan bis lah gitu. Dan ee ya ramai
sekali lah untuk ee masyarakat Indonesia.
Yang keduanya juga kami coba untuk kerja
sama ee kegiatan besar lagi kalau di akhir
Ramadan itu ee ini ada i'tikaf juga di
Masjid Indonesia itu. Jadi ee kegiatan
setiap hari selama sepuluh hari terakhir
dan juga ee kita memfasilitasi warga yang
ingin menunaikan zakat fitrah ya
di akhir Ramadan gitu. Dan kita salurkan
kepada masyarakat Indonesia yang ada di
sini dan juga kerja sama dengan lembaga
amil zakat yang ada di Indonesia.
Oke ada informasi berarti kalau tentang
shalat Ied seperti itu tersebarnya juga
-melalui sosial media begitukah Pak?
-Betul ya bisa melalui sosial media, ee
melalui sosmed kita di Instagram ataupun
di ee Facebook ya dan juga kita ada
website ee official dari IISB juga Mbak,
IISB ee dot org.
Pak Deni mungkin pertanyaan terakhir.
Untuk Pak Deni sendiri juga mungkin Idul
Fitri tahun ini di antara segala macam
berita dunia yang sedang kurang baik-baik
saja begitu mungkin. Adakah perbedaan
menjalankan puasa Ramadan dan juga
hari Idul Fitri untuk tahun ini Bapak?
Iya memang kalau untuk tahun ini kita
mungkin ee apa sedikit bersimpati dan
mungkin khawatir juga karena di situasi
global lagi tidak aman ya mungkin ya ada
perang dan yang lain-lain
dan juga teman-teman di Indonesia mungkin
ee kelihatannya juga secara ekonomi
kondisinya mungkin tidak terlalu bagus
juga ya. Jadi kalau di Brisbane sendiri
sebetulnya tidak ada perubahan sih Mbak
ya. Ini cuman kita juga mencoba untuk
menyampaikan pesan kepada teman-teman kita
yang ikut acara itu bahwa kita perlu
bersyukur bahwa kita masih bisa menikmati
Ramadan dengan lancar, aman, baik di sini
dan kita selalu berdoa ee supaya kondisi
global ini semakin baik gitu ya dan apapun
yang terjadi ee hal-hal konflik itu bisa
ber apa bisa berlalu secepatnya dan
kembali aman gitu. Jadi kita mencoba untuk
bersyukur dan mengingatkan kepada
teman-teman bahwa ya kita diberikan
anugerah untuk bisa hidup di lingkungan
yang baik seperti sekarang. Jadi apa
namanya mendorong untuk melakukan kebaikan
juga bagi orang lain yang membantu sesama
gitu ya. Jadi ya itu salah satu ininya
lah salah satu moral booster juga selama
Ramadan yang kita dorong juga.
Pak Deni Kurniawan, terima kasih waktunya
bersama SBS Indonesian.
Terima kasih, Mbak. Salam untuk
teman-teman juga.
END OF TRANSCRIPT