Jadi saya berkesempatan untuk mendapat
program Language Assistant Program ini di
tahun 2011. Eh, dan ketika itu saya selama
satu semester pertama
ditempatkan di Geraldton, lalu di
semester keduanya di, di Perth.
Itu tadi pendengar, Wilfred Liauw, yang
pernah terlibat dalam Language Assistant
Program dari Departemen Pendidikan di
Australia Barat. Apa yang kemudian menurut
Wilfred menjadi keuntungan dari
keikutsertaannya dalam program tersebut?
Yang pertama sih untuk secara pribadi saya
merasa saya lebih kaya pengalaman dalam
mengajar karena kembali lagi kan ke
profesi saya yaitu guru atau ingin menjadi
guru. Jadi bagi saya pengalaman menjadi
language assistant itu sangat bermanfaat
untuk, ee, meningkatkan kemampuan saya
sendiri dalam hal, ee, belajar dan
mengajar. Tetapi keuntungan lain tentu
saja saya dengan senang hati juga, ee,
memperkenalkan budaya Indonesia kepada,
ee,
siswa-siswa di Australia.
Mungkin banyak dari mereka sudah tahu
tentang Indonesia,
ee, tapi mereka belum pernah atau jarang
atau bertemu dengan, ee, orang Indonesia,
ee, dan berkomunikasi dengan mereka.
Tidak hanya seperti seorang turis yang
bertemu dengan orang Indonesia di
Indonesia, tetapi berkomunikasi dan
mengenal budaya orang Indonesia langsung
Terkait dengan Language Assistant Program
ini pendengar, SBS Indonesian juga
berbincang dengan Ibu Sue Cooper yang pada
saat ini menjabat sebagai ketua dari
-Balai Bahasa Indonesia Perth.
-[outro suara] Kami adalah
organisasi yang, ee, berkaitan dengan
pembelajaran bahasa Indonesia dan ba, ee,
budaya Indonesia di Perth dan kami juga
ada beberapa proyek misalnya Language
Assistant Program dan proyek lain. Kami
mengajar bahasa Indonesia untuk orang
Kalau bicara tentang Language Assistant
Program WA ini, sebenarnya peran Balai
Bahasa Indonesia Perth ini sebagai apa
Ibu?
Nah, peran Balai Bahasa Perth adalah
sebagai, ee, lembaga ahli yang bisa
membantu Departemen Pendidikan Australia
Barat karena mereka yang punya programnya
sebenarnya, tetapi Balai Bahasa perannya
adalah, ee, mengumumkan programnya,
mengumpulkan semua lamaran, semua
pendaftaran dari orang yang tertarik dan,
ee, ingin menjadi language assistant, dan
juga memilih yang paling luar biasa
untuk dikirim ke Departemen Pendidikan di
Australia Barat. Dan sesudah
itu Departemen Pendidikan yang mengurus
semua prosesnya untuk mengadakan visa,
mengadakan perjalanan dan, dan
me-mendatangkan orang-orang itu ke
Boleh berarti dibagikan Ibu ini program
Language Assistant ini untuk Western
Australia seperti apa dan siapa yang
dicari sasarannya, Ibu?
Ya, program itu dimulai kira-kira
tahun 2008 dan sasarannya adalah untuk
membawa orang muda
Indonesia ke, ke Australia Barat untuk
mendukung, ee, guru bahasa
Indonesia di ruang kelas. Dianggap agak
penting karena di Australia pada
umumnya anak-anak tidak punya pengalaman,
ee, bertemu dengan orang Indonesia
walaupun sudah belajar bahasa Indonesia.
Jadi, ee, kalau orang muda itu lebih dekat
dengan umurnya di sekolah dan mereka bisa
membawa kesan yang sangat
otentis ke ruang kelas, setiap ruang
kelas, dan juga mendukung guru yang
mungkin... Di Australia kami punya guru
yang tidak latar belakang Indonesia dan
juga yang orang Indonesia asli,
tetapi sangat sulit ya me-mengurus, ee,
pelajaran tanpa, tanpa
masukan otentis itu. Jadi me-- language
assistant itu main peran yang sangat
membangkit kesadaran anak-anak Australia
mengenai Indonesia.
Dan kalau bicara tentang ruang kelas ini
berarti untuk pendidikan kelas secondary
-ya, Bu, atau primary juga?
-Primary juga ya, primary dan secondary.
Biasanya kalau, ee, language assistant
datang mereka ditempatkan di beberapa
sekolah, tidak hanya satu sekolah. Jadi
bisa dari SD mungkin dua hari di satu
SD, dua, dan tiga atau dua atau tiga hari
di SMP, SMA.
Wah, dan ini ada berapa banyak orang yang
disasar oleh Departemen Pendidikan, Ibu?
Ya, itu tergantung dari sekolah
sebenarnya. Pada awal program ini, kami
membawa setiap tahun empat orang
karena ada banyak minat dari sekolah di
Australia Barat. Sekarang iniProgramnya
sedikit menurun. Jadi tahun ini hanya dua
orang dan kami juga,
ee, ada satu orang yang sudah tinggal di
Australia menjadi language assistant. Jadi
dari Indonesia itu hanya dua orang tahun
ini. Ya, menjadi sangat kompetitif, Bu,
karena, ee, biasanya pendaftarannya bisa
sampai seratus satu lima-limapuluh orang
Dan kami selalu mendapat permintaan kapan
itu akan dibuka, ya, bisa saya
melamar, ya seperti itu, ya. Banyak orang
yang, yang berminat.
Jadi, ee, itu kan agak sulit, ya, karena
kami tahu mereka ingin, ee, ada banyak
orang muda yang sangat, sangat cakap dan
mampu yang pasti memberikan,
ee, sesuatu yang sangat berharga di sini.
Tetapi kami sedikit terbatas ya, ee,
-dengan, ee, jumlah yang bisa dipilih.
-Ee, Ibu tadi dua orang itu pada tahun ini,
berarti 2026 ya, Ibu. Untuk tahun depan,
apakah ada informasi butuh berapa, Ibu?
Belum ada, karena itu, ee, tergantung dari
jumlah sekolah yang minta language
assistant. Jadi ada proses, ee, permintaan
expression of interest, ya.
Ee, dan sekolah-sekolah masing-masing, ee,
akan melamar ke Departemen Pendidikan
untuk minta satu asisten.
Tetapi tergantung, ya, karena sebenarnya
sekarang ini sekolah harus membayar lima
puluh persen dari, ee, biayanya. Jadi
mungkin untuk beberapa sekolah itu terlalu
ya. Ee, jadi tergantung sekali. Kami akan
tahu jumlah itu pada bulan Mei. Ada
-per-- pendaftaran sekolah di program ini.
-Ada latar belakang tertentu yang dicari
atau sebagai native Indonesia saja tanda
kutip sudah cukup begitu, Ibu?
Kami, kami terpaksa mem-membuat beberapa
persyaratan yang agak keren ya, karena
untuk masuk ke kelas kita perlu, ee, orang
muda. Jadi, ee, orang itu tidak
boleh lebih-- berumur lebih dari tiga
puluh satu tahun pada akhir
tahun di Perth, ya. Jadi mereka harus, ee,
di bawah tiga puluh tahun,
ee, di bidang pendidikan khususnya bahasa,
ya bahasa Inggris atau bahasa Indonesia,
tidak boleh punya banyak pengalaman
mengajar di Indonesia. Dan alasannya
itu adalah karena visanya. Visanya namanya
Special Program Visa
dan itu khusus untuk language assistant
dan bukan untuk guru bahasa.
Jadi kalau lebih dari dua,
mm, dua tahun pengalaman mengajar di
Indonesia mungkin akan ditolak dapat visa
Nah, ketiga persyaratan itu yang paling,
yang paling utama, tetapi ada beberapa
yang lain yang membantu kami untuk memilih
orang yang cocok, misalnya
kreativitasnya, kemampuan bahasa
Inggrisnya, pikiran tentang
bagaimana mendukung guru di ruang kelas di
Australia dan, dan
lain-lain, ya. Jadi di, ee, formulir
pendaftaran mereka harus mem-mengirim
video dari diri sendiri me-memperkenalkan
diri kepada sebuah kelas,
ee, anak Ind-- anak Australia dan mereka
harus menulis jawaban yang cukup lama
tentang bagaimana mereka akan bekerja sama
dengan guru di sini, membagikan
ba-bahasa dan budaya Indonesia
-dan lain-lain begitu, Bu.
-Dan mereka akan tinggal di WA ini selama
-berapa waktu, Ibu?
-Ee, selama, selama setahun, satu tahun
dan, ee, mereka akan dapat gaji seperti,
ee,
language-- seperti education assistant,
itu gaji yang resmi di Australia Barat.
Jadi mereka harus cari akomodasi sendiri,
harus cari transportasi sendiri seperti
itu. Tapi mereka juga diberikan banyak
bantuan
dari Departemen Pendidikan di sini.
Ibu, kalau tadi disebut bahwa ini juga
akan masuk ke sekolah dasar, ke primary
school, berarti di Western Australia ini
juga banyak sekolah dasar
yang punya kelas bahasa Indonesia, Ibu?
Ya, betul, Bu. Betul, ada banyak.
Ee, mungkin, ee, sekolah dasar punya, ee,
tidak punya cukup dana, ya. Itu mungkin
masalah yang terbesar, yang, ee, mungkin
mereka tidak bisa dapat language
assistant. Tetapi ya, jauh lebih banyak SD
daripada SMP, SMA yang mengajar
Ibu, ini kan pembahasannya beberapa tahun
terakhir selalu bahwa minat belajar bahasa
Indonesia itu menurun begitu, ya. Apakah
Ibu Sue Cooper merasa demikian situasinya
-di Australia Barat, Ibu?
-Iya, tetapi saya pikir, ee, itu sedikit
-tidak akurat bahwa, ee, minatnya menurun.
-Ya.
Ee, sebenarnya jumlah, ya tentu saja
jumlah, ee, siswa dan
ma-mahasiswa menurun, tetapi itu karena
alasan lain. Itu
karena mungkin kekurangan guru,
itu karena pembelajaran bahasa di sekolah
itu tidak wajib ya
sesudah kelas delapan. Dan
i-i-itu sistem sekolah yang mungkin
mencegah, ee, ee, proses
yangMungkin bisa membangkitkan minat itu.
Dan saya, saya pasti,
saya yakin bahwa minatnya bisa dibangkit
lagi tetapi situasinya harus
berubah. Em, itu ya jadi bukan minatnya,
Bu, karena, em, saya
melihat banyak mahasiswa yang kembali dari
ACICIS misalnya program ACICIS mereka
belajar sebagian dari S1-nya di Indonesia,
mereka kembali ke Australia mereka sangat
antusias, sangat bersemangat untuk
m-karena minatnya sudah di,
[tertawa] dibangkitnya sudah dinyalakan
itu.
Oke, jadi harusnya ada hal-hal lain yang
dilakukan untuk memupuk munculnya
ketertarikan akan bahasa Indonesia ini
begitu ya, Ibu?
Betul, Ibu, betul. Kami memerlukan banyak,
uh, banyak inisiatif dan khususnya dari,
dari pemerintah yang bisa membantu dengan
dana karena sebelumnya mungkin Ibu tahu
pada tahun 90-an
dan juga 2000-an, ee, ada dana dari
pemerintah Australia yang mendukung
pembelajaran bahasa Indonesia, ba-bahasa
Asia sebenarnya. Tetapi pada waktu itu,
terhadap bahasa Indonesia, ee, naik, naik
Dan sesudah dana itu selesai, sudah turun
lagi.
Jadi sekarang itu di mungkin di, ee,
tempat yang paling bawah. [tertawa] Kami
berharap dari sini akan naik lagi.
Kalau Ibu Sue melihat berarti Language
Assistant Program ini sudah berjalan sejak
2008 berarti menandakan bahwa pemerintah
sebenarnya ada perhatian juga begitu, Ibu?
Oh ya sebenarnya ada tetapi, ee, saya kira
ada beberapa perbatasan di
setiap pa-- Department Pendidikan juga
karena mereka ti-tidak bisa mengutamakan
bahasa dengan dana yang diperlukan dengan
i-itu,
ya mereka harus memberikan, ee, apa
dukungan yang sama dengan semua bidang
yang lain di misalnya matematika,
sos-sosial, dan semua,
ee, mata pelajaran sekolah ya, ya yang
harus didukung juga dan program lain juga.
Jadi bahasa itu [menghela napas] memang
perlu, perlu dana yang khusus.
Ya, situasi di Australia agak lain karena
di sini,
ee, persepsi tentang negara-negara lain
itu tidak seperti di Asia. Kami tidak
punya perbatasan dengan negara-negara
lain. Jadi bahasa Inggris juga, ee, bahasa
global ya. Jadi di sini kami bisa dengan
bahasa Inggris saja.
Ee, ya kehidupan sehari-hari bisa
dilakukan dengan pakai bahasa Indo--
Inggris saja. Jadi kita harus bekerja
lebih keras daripada negara-negara lain
mungkin untuk mem-membangkit, ee, minat
dalam bahasa lain, ee, termasuk bahasa
-Indonesia.
-Right. Tapi tentu untuk mereka yang
berminat dengan Language Assistant Program
ini bisa mengetahui informasi lebih
lanjut melalui websitenya Balai Bahasa
Indonesia Perth ya, Bu?
Ya, ya ada di website Balai Bahasa
Indonesia Perth ada halaman dengan
in-informasi yang lanjut, ee, lanjut dan,
ee, ada juga link untuk, ee, pendaftaran
juga. Jadi harus cari di website kami, ee,
dan cari halaman News and
dan di halaman itu ada link untuk Language
Assistant Program.
END OF TRANSCRIPT