Bagaimana program tahunan Language Assistant Program dari pemerintah dapat bermanfaat bagi para pelajar bahasa Indonesia di sekolah-sekolah di Australia Barat?
Berlatar belakang Pendidikan Bahasa Inggris dari universitas di Jakarta, Wilfred Liauw mengikuti Language Assistant Program (LAP) di Australia Barat pada tahun 2011. Program dari Departemen Pendidikan negara bagian ini bertujuan untuk membawa orang muda Indonesia ke Australia sebagai asisten bahasa, membantu guru-guru dalam mengajar bahasa Indonesia di sekolah-sekolah tingkat dasar dan menengah di Australia Barat.
"Saya merasa lebih kaya pengalaman dalam mengajar," ujar Wilfred, mengungkap salah satu keuntungan yang jelas terasa baginya setelah mengikuti program yang berjalan satu tahun tersebut.

Balai Bahasa Indonesia Perth menjadi pihak yang mendukung pelaksanaan program tahunan ini. Kepalanya, Sue Cooper, telah terlibat dalam organisasi tersebut sejak awal pembentukannya pada tahun 2008.
Language Assistant memainkan peran sangat penting untuk membangkitkan kesadaran anak-anak Australia mengenai Indonesia.Sue Cooper - Chair, Balai Bahasa Indonesia Perth

Ibu Sue menyampaikan bahwa meskipun jumlah siswa yang mempelajari bahasa Indonesia di Australia menurun, hal ini tidak sepenuhnya mencerminkan minat yang hilang. Sebaliknya, dia percaya bahwa dengan inisiatif yang tepat, minat tersebut dapat dibangkitkan kembali. Dia merujuk pada pengalaman positif para pemuda Australia yang kembali dari program belajar di Indonesia, yang menunjukkan adanya antusiasme yang tinggi terhadap budaya Indonesia.
Apa yang ditawarkan oleh Language Assistant Program ini dan bagaimana untuk dapat terlibat di dalamnya? Dengarkan podcast ini selengkapnya.





