Perjalanan Edwin Wirando di dunia kuliner dimulai dari pendidikan D3 Manajemen Tata Boga yang kemudian membawanya pertama kali bekerja di kapal pesiar pada tahun 2015 melalui Norwegian Cruise Line, menjelajahi daerah Alaska dan Amerika Latin.
Setelah itu, ia sempat membangun karir yang solid di darat selama sembilan tahun di Bali dan Maroko, hingga menjabat sebagai Executive Chef dan Corporate Chef di Jakarta.

Keputusannya untuk kembali bekerja di kapal pesiar saat ini didorong oleh tanggung jawab finansial terhadap keluarga serta keinginan untuk mengeksplorasi wilayah Eropa.
Mas Edwin menjelaskan bahwa bekerja di kapal pesiar sangat berbeda dengan di darat, baik dari segi sistem operasional maupun tuntutan adaptasi.
Sebagai seorang Chef de Partie, ia harus mengelola persiapan makanan untuk ribuan penumpang dengan sistem siklus menu dua mingguan guna meminimalkan sisa makanan sekaligus memastikan ketersediaan stok.

Ritme kerja di kapal dikenal sangat padat dengan jam kerja yang bisa mencapai 10 hingga 14 jam sehari tanpa hari libur selama masa kontrak enam bulan.
Meskipun penuh dengan tekanan, drama antar-kru, dan standar kesehatan yang sangat ketat seperti USPH, Mas Edwin memandang pengalaman ini sebagai sarana untuk membentuk mental yang tangguh.
Ia menekankan bahwa industri ini memerlukan kesiapan mental yang kuat karena pekerjanya harus hidup terisolasi di laut bersama ribuan kru dari berbagai negara, seperti Filipina dan India.
Bagi mereka yang tertarik mengikuti jejaknya, Mas Edwin menyarankan untuk mempersiapkan dokumen administrasi melalui agen resmi dan mental yang baja.
Baginya, bekerja di kapal pesiar bukan sekadar mencari nafkah, tetapi merupakan proses pendewasaan diri yang membuat tantangan kerja di darat nantinya terasa jauh lebih ringan.





