Mengapa kemungkinannya para korban kekerasan Mei 1998 tidak akan mendapatkan keadilan? Mengapa prasangka-prasangka yang ada di komunitas merupakan lahan subur untuk terjadinya lagi kekerasan semacam itu? Mengapa peristiwa-peristiwa dalam 20 tahun terakhir ini dapat mengkonfirmasi ketakutan itu? Dewi Anggraeni menjelaskan keprihatinannya.
Mungkin itu terjadi lagi?

A man allegedly shot by police is carried following clashes in Jakarta in 1998 - AP. Source: AP.
Penulis dan jurnalis Dewi Anggraeni, seorang pembicara dalam seminar “20 Tahun Kekerasan Mei 1998” yang akan diselenggarakan oleh Universitas Monash dan Forum Komunitas Indonesia di Australia (FMIA) pada hari Sabtu, 19 Mei, berbicara tentang isu-isu yang masih belum terselesaikan sekitar kekerasan Mei 1998 itu.
Share


