To this day, when I train, I train with the smile on my face.Eizar Tanjung, Footballer
Di usia yang baru 15 tahun, pesepak bola Australia-Indonesia Eizar Tanjung bergabung dengan klub Sydney FC dan bermain untuk tim bergengsi itu dalam National Premier Leagues (NPL).
Kepada SBS Indonesian, Eizar menceritakan momen ketika ia dipanggil untuk bermain dengan klub tersebut. Ia mengingat kebanggaan dan kegembiraan yang dirasakannya, ditambah dengan pemahaman bahwa titik tersebut hanyalah permulaan baginya.

Dengan ayah yang juga seorang pemain sepak bola dan menjadi pembimbingnya, Eizar tumbuh dengan apresiasi yang mendalam terhadap olahraga ini dan mempelajari pentingnya kerja keras dan dedikasi.
“My dad’s right — just because I got the call-up to Sydney FC when I was 15 [it] doesn’t really mean anything," ungkap Eizar. "I still got to perform, I still got to train everyday, the job is not done."

Mengaku "ditemukan" oleh tim nasional Indonesia melalui media sosial, Eizar menceritakan bagaimana perjalanannya menuju ajang internasional Piala Dunia U-17 FIFA di Qatar tahun lalu. Ia juga menggambarkan pengalaman luar biasa bermain di depan ribuan penggemar saat debutnya di timnas, yang menjadi momen yang sangat berkesan baginya.
Playing in the World Cup is something I will never forget for the rest of my life.Eizar Tanjung, Footballer
Eizar direncakan akan berlatih bersama dengan timnas Indonesia pada bulan April dan mengikuti seleksi untuk tim U-20 yang akan bermain dalam kompetisi Piala AFF di Medan pada Juni mendatang.
Bagaimana Eizar mengatasi tantangan perbedaan budaya dan rezim latihan antara Australia dan Indonesia? Apa aspirasinya untuk karir sepak bola di masa depan?
Dengarkan perbincangan ini selengkapnya.


