Meski jumlah pelajar bahasa Indonesia di Australia terus menurun, guru asal Indonesia ini tak kehilangan semangat untuk mengajarkan bahasa dan budaya Indonesia di Perth.
Dian Wijayanti sudah mengajar bahasa Indonesia di Australia selama 10 tahun. Kini ia menjadi guru bahasa Indonesia di Tranby College, Baldivis, Australia Barat. Sebelum pindah ke Australia, Wijayanti juga mengajar bahasa Indonesia dan bahasa Inggris di Indonesia.
Bagi Wijayanti, mengajar bukan sekadar profesi, melainkan panggilan. Ada kepuasan tersendiri setiap kali melihat murid-muridnya mampu menggunakan keterampilan bahasa yang ia ajarkan, kata Wijayanti.

Di kelas, Wijayanti tidak hanya mengajarkan kosakata dan tata bahasa. Ia mengajak murid-muridnya memasak makanan Indonesia, mencoba permainan tradisional, hingga berkomunikasi langsung dengan siswa di Indonesia melalui program sister school, ujarnya.
Salah satu muridnya, Zoe Farrell, adalah siswa kelas 12 di Tranby College yang sudah belajar bahasa Indonesia selama 12 tahun. Farrell merupakan salah satu penerima Indonesian Student Award, penghargaan dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Perth untuk mengapresiasi siswa yang berprestasi dalam bahasa Indonesia. Farrell mengatakan, ia ingin terus meningkatkan kemampuan bahasa Indonesianya dan berharap dapat melanjutkannya di universitas.
Penghargaan seperti ini membantu memotivasi siswa untuk terus belajar, kata Wijayanti.
Meski jumlah pelajar bahasa Indonesia di Australia terus menurun, Wijayanti percaya bahwa bahasa Indonesia tetap penting bagi hubungan kedua negara, bukan hanya di tingkat pemerintah, tetapi juga antarmasyarakat, ujar Wijayanti.
Dengarkan podcast selengkapnya.





