Tahun lalu SBS Indonesian melaporkan bahwa beberapa petugas kesehatan garis depan Indonesia ragu-ragu untuk divaksinasi. Baru-baru ini ada keragu-raguan serupa di Australia. Namun sebuah studi oleh Sharyn Graham Davies, Najmah dan Kusman menggambarkan beberapa alasan menarik mengapa beberapa orang Indonesia tidak tertarik untuk mendapatkan vaksin tersebut.

Profesor Sharyn Davies adalah Direktur Herb Feith Indonesian Engagement Center di Universitas Monash. Kepada Sri Dean Prof Davies menjelaskan tentang penelitian itu serta empat alasan utama keraguan masyarakat. Apa persamaan dan perbedaan antara Australia dan Indonesia terkait dengan keraguan untuk divaksinasi?
Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu jam 3 sore.
Ikuti kami di Facebook dan jangan lewatkan podcast kami.
Dan Anda dapat mengikuti perkembangan informasi terbaru tentang virus corona dalam bahasa Anda di sbs.com.au/coronavirus





