Tayang di SBS On Demand, film Thailand 'How to Make Millions Before Grandma Dies' menghadirkan kisah keluarga yang terasa dekat bagi banyak orang Indonesia. Bagi Myriam Larasati, film ini juga menjadi pengingat tentang apa yang benar-benar penting dalam hidup.
Di tengah dominasi film beranggaran besar dan penuh efek visual, film Thailand How to Make Millions Before Grandma Dies, yang dapat disaksikan di SBS On Demand ini mengandalkan kekuatan cerita dan karakternya untuk menarik penonton.
Bagi Myriam Larasati, salah satu daya tarik utama film ini adalah representasi budaya Asia Tenggara di layar lebar.
Meski berlatar di Thailand, banyak nilai yang ditampilkan terasa dekat dengan pengalaman keluarga Indonesia. Film ini menyoroti hubungan antargenerasi, perhatian kepada orang tua dan kakek-nenek, dan ikatan keluarga yang tetap kuat meski anak-anak telah dewasa. Nilai-nilai tersebut mungkin terasa dekat dengan pengalaman banyak keluarga di Asia Tenggara, kata Larasati.

Sebagai orang Asia Tenggara, senang melihat ada film dari kawasan ini yang mendapat perhatian luas dan menunjukkan kualitas yang tidak kalah dengan film-film Hollywood.Myriam Larasati
Bagi mereka yang merantau, film ini juga dapat menghadirkan renungan yang lebih personal, kata Larasati. Banyak orang datang ke Australia untuk membangun masa depan yang lebih baik, ujarnya. Namun seiring waktu, mengejar stabilitas dan mengumpulkan tabungan tidak selalu menjawab pertanyaan tentang kebahagiaan, tambahnya.

"It reminds you that sometimes what really matters is spending time with family," kata Larasati kepada SBS Indonesian.
Mengapa film ini begitu menyentuh banyak orang dari berbagai latar belakang, bahkan mereka yang tidak memiliki hubungan dengan Thailand? Dan adegan mana yang menurut Larasati menjadi momen paling emosional dalam film ini?
Simak perbincangan selengkapnya di podcast SBS Indonesian.
Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu jam 3 sore.



