Universitas di Australia harus memberikan pelatihan bagi staf mereka yang menangani kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus.
Universities Australia mengembangkan panduan itu setelah berkonsultasi erat dengan para pakar pencegahan dan para pendukung tanggapan kekerasan.
Nina Funnell, direktur dari kelompok End Rape on Campus mengatakan terdapat beberapa hal yang mengkhawatirkan dalam panduan tersebut. Dan ia mengatakan kecewa karena organisasinya tidak diikut sertakan dalam konsultasi tersebut.

Kelompok End Rape on Campus, juga telah mengeluarkan laporan mereka sendiri tentang masalah pelecehan di kampus universitas di Australian yang berjudulkan The Red Zone.
Ms Funnell mengatakan siswa international mengalami tingkat tertinggi pelecehan seksual di negara ini dan menghadapi beberapa kendala yang unik dalam melaporkan kejadian itu.
Ms Funnell mengatakan siswa international sering merasa takut untuk melaporkan diri mereka sebagai korban kejadian kriminal karena khawatir akan mempengaruhi visa mereka dan perasaan yang memalukan dalam beberapa kebudayaan terkait dengan korban pelecehan seksual.
Ia mengatakan Panduan UA itu kurang mencukupi untuk melindungi mereka.
.




