Penulis muda Indonesia yang sedang naik daun, Norman Erikson Pasaribu berbicara tentang keterlibatannya dalam tiga sesi yang berbeda di Festival Penulis Melbourne (MWF).
Apa yang khas tentang keterlibatan dalam Wrice (Keterlibatan Langsung dan Pertukaran Budaya) pada Festival Penulis 2017 di Melbourne? Mengapa keserhanaan puisi Norman seperti Ia dan Pohon justru deseptif? Karya Norman Eikson Pasaribu memerlukan pengertian yang luas.
Share




