Turnamen tenis meja dua hari di Perth mempertemukan diaspora Indonesia dari berbagai kalangan, mulai dari mantan atlet hingga diplomat, dalam semangat perayaan kemerdekaan.
Pada Sabtu dan Minggu, 1 dan 2 Agustus 2026, komunitas Indonesia di Perth menggelar turnamen tenis meja di Hot Shot Table Tennis Centre, Embleton, Western Australia. Turnamen yang diselenggarakan oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Perth ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Irwan Budiarto, pelatih tenis meja profesional yang membantu pelaksanaan acara, mengatakan bahwa kegiatan olahraga untuk menyambut 17 Agustus sebenarnya sudah berlangsung cukup lama di Perth, diperkirakan sekitar lima belas hingga dua puluh tahun. Namun, kegiatan ini sempat terhenti selama pandemi dan baru dilanjutkan kembali dalam dua tahun terakhir.
Turnamen ini mempertandingkan empat kategori, yaitu tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, dan ganda putri, serta terbuka untuk semua kalangan usia.

Meskipun para pemain bertanding secara serius, semangat utama turnamen ini adalah kebersamaan, kata Budiarto, momen seperti ini cukup langka karena pemain tenis meja Indonesia di Perth terpencar di berbagai tempat dan jarang berkumpul.
Bagi Budiarto, yang pernah mewakili Australia dalam pertandingan nasional dan internasional, tenis meja bukan olahraga baru dalam tradisi perayaan kemerdekaan. Saat masih bersekolah di Indonesia, kata Budiarto, ia selalu mengikuti pertandingan tenis meja setiap perayaan kemerdekaan. Menurutnya, hampir di setiap daerah di Indonesia, tenis meja menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan pada perayaan 17 Agustus.
Salah satu peserta turnamen, Antonius Prawira Yudianto, Konsul Penerangan dan Sosial Budaya KJRI Perth, turut bertanding di kategori tunggal putra. Yudianto mengaku bermain tanpa ambisi untuk menang dan lebih menikmati suasana kebersamaan.
Simak podcast ini selengkapnya.





