SKIP TO MAIN CONTENT

Bagaimana Rasanya Menjadi Pria Gay Berkulit Coklat Di Australia

Budi Sudarto took part in Melbourne's Pride March on 2 February 2020. Courtesy of Dean Arcuri - DEANation
Budi Sudarto took part in Melbourne's Pride March on 2 February 2020. Source: Dean Arcuri - DEANation

Apakah nasib para gay LOTE di Australia lebih baik dibandingkan dengan di negara Asia seperti Indonesia?


Published

Updated

Presented by SBS Indonesian

Source: SBS



Skip to podcast episode content

Apakah nasib para gay LOTE di Australia lebih baik dibandingkan dengan di negara Asia seperti Indonesia?


Budi Sudarto datang ke Australia dengan harapan bahwa negara maju akan lebih terbuka menerima orang-orang LGBTI.

Namun ia mengatakan bahwa pengalaman terberat dalam perjalanan pribadinya sebagai seorang lelaki gay Muslim justru terjadi saat ia di Australia.

"Walaupun hak-hak kita itu lebih banyak, tetapi masih ada aja kan isu tentang ras di Australia.. masih ada aja isu bahwa kita ini kulitnya coklat," ujarnya. "Justru itu yang jadi masalah yang sangat besar sekali karena rasisme di komunitas LGBT itu lumayan kuat, apalagi tahun 90an itu lumayan kuat sekali."

Budi Sudarto LGBTI
Budi Sudarto speaks in Perth for the launching of 'Living and Loving in Diversity'. Source: Supplied/courtesy of Seven To One Photography

Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu jam 3 sore. Ikuti kami di Facebook dan jangan lewatkan podcast kami.


Latest podcast episodes

Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Stream now