SKIP TO MAIN CONTENT

Situasi Gerakan Mahasiswa di Indonesia

Indonesia Election Protests
Supporters of Indonesian presidential candidate Prabowo Subianto clash with the police in Jakarta, Indonesia Source: AP

Belakangan ini, gerakan mahasiswa kembali menghangat. Tetapi ada banyak perubahan di dalamnya termasuk keraguan apakah kekuatan politik gerakan mahasiswa masih akan seperti para pendahulu mereka baik di tahun '66 atau '98 di Indonesia.


Published

Updated

By Nurhadi Sucahyo

Presented by Nurhadi Sucahyo

Source: SBS



Skip to podcast episode content

Belakangan ini, gerakan mahasiswa kembali menghangat. Tetapi ada banyak perubahan di dalamnya termasuk keraguan apakah kekuatan politik gerakan mahasiswa masih akan seperti para pendahulu mereka baik di tahun '66 atau '98 di Indonesia.


Gerakan mahasiswa di Indonesia saat ini mengalami pasang surut, sebagaimana juga gerakan-gerakan serupa sekitar tahun 1998 maupun1966. Angkatan '66 melahirkan Orde Baru, sedangkan gerakan mahasiswa tahun '98 melahirkan Orde Reformasi.

Menurut Dr. Hempri Suyatna, pengamat sosial yang juga dosen di Departemen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan Masyarakat, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, konteks dan situasi yang menaungi gerakan mahasiswa memang berubah.

Berkomentar tentang aksi mahasiswa yang dalam beberapa hari terakhir pecah di berbagai kota di Indonesia, dia menyebut hal itu gerakan sosial mahasiswa adalah sesuatu yang sah-sah saja. "Itu adalah bagian dari ruang penyampaian aspirasi dan kritik kemahasiswaan," kata Hempri, yang adalah juga dosen pengampu mata kuliah gerakan sosial dan pembangunan. Mata kuliah ini antara lain mengkaji gerakan kemahasiswaan.

Dalam konteks ini, ruang aspirasi dan kritik mahasiswa tidak boleh dihambat oleh oknum-oknum tertentu yang tidak bertanggung jawab. Justru, pemerintah dalam hal ini apparat keamanan, harus memberikan perlindungan terhadap berbagai bentuk gerakan-gerakan sosial yang dilakukan mahasiswa.

Tidak boleh ada represi terhadap gerakan mahasiswa. Hal itu penting untuk menjaga marwah gerakan mahasiswa, sebagai aksi kelas menengah yang memiliki kapasitas intelektual. Mahasiswa memang harus berada di depan, ketika muncul berbagai situasi sosial politik yang dianggap tidak sesuai, dalam kondisi saat ini.

Hempri mengakui, tidak setiap mahasiswa memiliki daya kritis atas situasi bangsa. Ada sebagian yang hedonis, ada pula jenis mahasiswa pragmatis, misalnya yang berprinsip yang penting lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi. Namun, tetap ada tipe mahasiswa ketiga, yaitu mahasiswa idealis yang memiliki daya kritis.

hempri.png
Supplied by Dr.Hempri Suyatna
Yang kita cari sebenarnya adalah bentuk-bentuk sikap idealisme mahasiswa-mahasiswa yang tipologi ketiga ini. Dia tidak hanya sekedar memikiran IPK, indeks prestasi, tetapi dia juga memikirkan bagaimana isu-isu sosial yang mungkin akan menghambat proses-proses pembangunan.
Dr. Hempri Suyatna

Saat ini, di tengah perkembangan teknologi, faktor media sosial akan menjadi pembeda dari Gerakan mahasiswa di masa lalu. Penyampian kritik terhadap berbagai situasi sosial politik tidak hanya melalui aksi jalanan, tetapi juga bisa di ranah digital. Perjuangan demokrasi melalui ruang digital adalah sebuah keniscayaan.

Apakah jumlah mahasiswa yang peduli dengan situasi negara saat ini dominan? Menurut Hempri, meski tidak besar tetapi kelompok ini tetap ada. Di era '66 maupun '98, gerakan mahasiswa juga bukan kekuatan dominan. Yang juga membedakan saat ini adalah peran media social yang akan meningkat ke depan untuk isu demokrasi. Aksi-aksi jalanan tetap akan ada tetapi mungkin jumlahnya berkurang.

Hempri menyebut, ada beberapa faktor yang mempengaruhi situasi ini, misalnya aturan akademik yang lebih rigid. Dulu, mahasiswa bisa menempuh kuliah selama 14 semester bahkan lebih, saat ini harus lulus dalam 10 semester. Akhirnya, banyak mahasiswa enggan aktif dalam gerakan sosial, karena mengejar target penyelesaian kuliah. Namun, situasi ini tidak bisa disimpulkan sebagai tanda bahwa mahasiswa berjarak dengan masyarakat. Banyak program kampus yang tetap mendekatkan mahasiswa dengan rakyat dan berorientasi pada pemberdayaan dan pengabdian masyarakat.

"Mereka masih memegang ruh tentang nilai-nilai ekonomi kerakyatan sebagai sebuah bagian dari ideologi perjuangan," lanjut Hempri.

Tantangan bagi perguruan tinggi saat ini adalah melindungi mahasiswa dalam kegiatan-kegiatan sosial mereka, termasuk demonstrasi. Bagaimanapun, aksi-aksi semacam ini harus dilihat sebagai ruang aspirasi dan ruang ekspresi bagi mahasiswa. Ada keresahan yang mereka rasakan sebagai bagian dari masyarakat. Karena itu, perguruan tinggi tidak boleh melihat aktivisme semacam ini sebagai sesuatu yang tabu. Justru, gerakan mahasiswa bisa menjadi salah satu cara dalam pembentukan karakter, untuk bersikap kritis, bersikap inklusif dan sikap kolaboratif.

Tentang siapa mahasiswa yang akan menjadi tokoh gerakan, nampaknya situasi saat ini juga berbeda dengan 1966 dan 1978. Dulu, gerakan mahasiswa memiliki isu dan visi yang jelas dan sama. Repreasi dalam jangka panjang, baik oleh Orde Lama dan Orde Baru, melahirkan tokoh-tokoh utama dalam gerakan mahasiswa. Gerakan mahasiswa periode sekarang masih mencari momentum untuk bisa seperti gerakan sebelumnya, termasuk menjawab tantangan kontinuitas gerakan sosial yang dilakukan.

Selain soal momentum, hal ini juga dipengaruhi oleh struktur dan sistem politik. Namun, apapun yang terjadi, gerakan mahasiswa di Indonesia masih akan terlihat. Aksi jalanan akan menjadi bagian dari strategi perjuangan mereka, dengan pemanfaatan teknologi informasi yang meningkat.

Artinya, gerakan mahasiswa tidak hanya melulu soal gerakan sosial di jalanan, tetapi juga modal gerakan sosial digital yang terus berlangsung. Mungkin, lanjut Hempri, ini akan menjadi pembeda dari gerakan-gerakan sosial pada 1966 maupun 1998.

Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu jam 3 sore.
Ikuti kami di Facebook dan Instagram, serta jangan lewatkan podcast kami.

Latest podcast episodes

Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Stream now