Proyek 'Sounds of Christmas from Asia Pasifik' disebut sebagai proyek lagu Natal multibahasa dan lintas budaya, menampilkan komunitas multikultural dan multibahasa yang beragam dan kreatif di Sydney.
Didukung oleh program Matching Grant dari City of Sydney, proyek album musik komunitas ini menampilkan delapan vokalis yang berbasis di Sydney, mewakili delapan bahasa yang berbeda yakni bahasa Samoa, Indonesia, Filipina, Jepang, Tonga, Tamil, Fiji dan Mandarin.
Mewakili bahasa Indonesia, adalah seorang profesional IT yang hobi menyanyi sekaligus mengaransemen dan bermain musik, Peter Lazaro. Ia mengatakan bahwa ia terkejut ketika demonya yang terpilih.
"Saya tahu begitu banyak yang bisa nyanyi, jadi nggak berharap bisa terpilih," ujarnya pada SBS Indonesian.

Source: @SoundsChristmasAsiaPacific
Peter mengatakan bahwa niatnya mengirimkan demo adalah agar Indonesia bisa terwakili.
"Keikutsertaan saya itu karena saya mau Indonesia terwakili," ungkap Peter. "Sayang sekali kalau Bahasa Indonesia tidak diwakili dalam album ini karena begitu banyak orang Indonesia di Sydney dan Australia.
"Paling tidak ada satu orang yang mewakili bahasa kita tercinta, Bahasa Indonesia."
Album Sounds of Christmas from Asia Pacific tersedia untuk streaming mulai Desember 2021.

Peter Lazaro, an IT guy who loves singing and playing music, is representing Bahasa Indonesia in the 'Sounds of Christmas from Asia Pacific' compilation album. Source: Supplied
Dengarkan wawancara selengkapnya di podcast SBS Indonesian.




