Dr Retno Sukardan Mamoto, dosen literature di Universitas Indonesia dengan spesialisasi di bidang Studi Amerika, berbicara tentang munculnya kampanye “It’s OK to be white”.
Apakah budaya era Obama tanpa disadari menajamkan kecemburuan rasial? Mengapa orang Amerika modern begitu rentan terhadap ambiguitas frasa "Tidak apa-apa menjadi Putih?" Dr Retno Sukardan Mamoto membahas konteks historis frasa “It’s OK to be white”.
Ikutilah SBS Indonesiandi FaceBook, klik disini ==> SBS Indonesian
Dengarkan SBS Indonesian Podcast, klik disini ==> SBS Indonesian Podcast
Share





