Indonesian Food Trail diadakan di Sydney untuk pertama kalinya. Apa maksud program ini dan bagaimana pendapat diaspora Indonesia yang terlibat?
Indonesian Food Trail mengusung konsep permainan dan memerlukan lebih banyak keterlibatan warga merupakan satu program aktivasi awal untuk mewujudkan harapan yang lebih besar.
Diluncurkan dalam rangka peringatan HUT RI pada bulan Agustus ini, Konsul Ekonomi Nurfika Wijayanti mengatakan bahwa program ini dilakukan untuk memperkenalkan usaha-usaha Indonesia yang dikelola oleh diaspora Indonesia di Sydney dan terutama yang memiliki cita rasa Indonesia.
"Ketika kita sudah punya database-nya, kemudian kita punya lokasi-lokasinya, kita lihat, I think this is feasible gitu," ujar Wijayanti saat menjelaskan tentang mengapa program semacam ini baru tergagas sekarang.
"Ini bisa kita coba ya untuk melakukan aktivasi awal lah gitu, Indonesian Food Trail ini, yang memang nanti ke depannya mudah-mudahan itu bisa jadi ada Indonesian Business Precinct di situ."
Indonesian Town, mudah-mudahan.Nurfika Wijayanti, Konsul Ekonomi KJRI Sydney
Tempat usaha Aldo Muljadi adalah salah satu dari 31 bisnis yang terlibat dalam program ini.
Meski tidak semua tempat usaha Indonesia di wilayah Sydney CBD ikut ambil bagian, Muljadi mengatakan bahwa program ini "melibatkan semua bisnis".
"Kami berasa kami semua ini dilibatkan. Tidak hanya bisnis-bisnis yang terlibat dalam organisasi tertentu, tapi semuanya ini dilibatkan," ungkapnya pada SBS Indonesian.
"Jadi tidak pandang bulu."

Sementara Nessiana, pemilik usaha lainnya yang juga ambil bagian dalam program ini, memandangnya sebagai alat pemasaran yang efektif untuk bisnisnya.
"Banyak customer baru yang datang karena mereka justru baru mengetahui restoran kami ini melalui program ini," ujar Nessiana.
Dengarkan podcast ini selengkapnya.





