Alfira O’Sullivan, pendiri dan direktur artistik Suara Indonesia Dance, akan membawakan Jejak & Bisik yang mengeksplorasi berbagai peran, pengalaman, dan perubahan fisik tubuhnya, khususnya sebagai seorang penari. Melalui tariannya yang sarat budaya, Alfira berupaya memberi suara terhadap ritual kolektif yang didasarkan pada memori pribadinya sebagai seorang perempuan seperti perubahan tubuh, penuaan, dan perimenopause.
Jejak & Bisik explore and give voice to woman’s experiences

Alfira O’Sullivan, founder and artistic director of Suara Indonesia Dance will be performing Jejak & Bisik at Bankstown Arts Centre on the 23 and 24 Jan as part of Sydney Festival 2026. Jejak & Bisik and Gelumbang Raya are part of SISA-SISA, newly commissioned work by Bankstown Arts Centre with support of Syney Festival and Create NSW. Courtesy: Courtesy: Sydney Festival 2026.
Pada perayaan ulang tahun ke-50 Festival Sydney tahun 2026, dua dua seniman tari Indonesia, Alfira O’Sullivan dan Murtala akan menampilkan karya baru mereka yang berjudul Sisa-Sisa. Sisa-Sisa yang terdiri dari dua karya, Jejak & Bisik akan dibawakan oleh Alfira dan Gelumbang Raya oleh Murtala akan dipentaskan di Sydney Arts Centre, pada tanggal 23 dan 24 Januari.
Share



