Fenomena Jokowi

In 1914 Indonesian presidential candidate Joko Widodo and his wife Iriana Widodo gesture after voting at a polling centre in Jakarta (AFP).

In 1914 Indonesian presidential candidate Joko Widodo and his wife Iriana Widodo gesture after voting at a polling centre in Jakarta (AFP). Source: AFP

Dr Priyambudi Sulistiyanto, Dosen Senior di Pusat Studi Kajian Amerika Serikat dan Kebijakan Asia di Universitas Flinders di Adelaide, menjelaskan mengapa fenomena Jokowi muncul dan bagaimana dia berhasil di Indonesia, kurang dari 20 tahun setelah tumbangnya Soeharto.


Mengapa kita perlu lebih mengapresiasi keunikan kepresidenan Jokowi?  Mengapa kebangkitan Jokowi dan kelangsungan politiknya memberi kita harapan bagi masa depan politik Indonesia?  Dr Priyambudi Sulistiyanto menjeladskan optimismenya.


Share

Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Watch now