Watch FIFA World Cup 2026™ LIVE, FREE and EXCLUSIVE

Kanvas yang Tidak Pernah Kosong dalam Seni Berlapis Memori Zico Albaiquni

Zico Albaiquni ‘The Land that Refuses to be Beautiful’

Installation view of Zico Albaiquni ‘The Land that Refuses to be Beautiful’ at Ames Yavuz Sydney, photography by Simon Hewson. Credit: Simon Hewson (Zico Albaiquini and Ames Yavuz Gallery)

Bagi Zico Albaiquni, kanvas yang kosong tidak pernah benar-benar ada, karena setiap lukisan adalah tumpukan memori, sejarah, dan percakapan yang belum selesai.


Zico Albaiquni, seniman visual asal Bandung sekaligus kandidat PhD di University of Melbourne, menggelar pameran tunggal bertajuk The Land That Refuses to Be Beautiful di galeri Ames Yavuz, Sydney, pada awal 2026.

Melalui pameran yang merangkum hasil karya selama tiga tahun masa studinya di Australia, Zico menyajikan kritik terhadap tradisi Mooi Indië yang dianggap mengaburkan kompleksitas sejarah Indonesia demi estetika kolonial yang molek.

Nyanyian Bisu Orde Hijau Kemiskinan (The Mute Soliloquy under the Order of Poor Green).
Nyanyian Bisu Orde Hijau Kemiskinan (The Mute Soliloquy under the Order of Poor Green) 148 x 151 cm, Oil and Giclee on Canvas 2024. Credit: Zico Albaiquini and Ames Yavuz Gallery

Proses artistiknya sangat unik karena ia tidak memulai dari kanvas kosong, melainkan melukis di atas cetakan baliho berisi arsip publik dan personal yang kemudian diolah melalui tindakan menghapus atau mengubah bentuk sebagai sebuah dialektika visual.

Penggunaan warna-warna mencolok yang kerap dianggap kampungan sengaja dipilih sebagai bentuk perlawanan terhadap standar estetika Barat sekaligus upaya dekolonisasi yang berakar dari realitas visual keseharian Indonesia.

Di balik aspek teknis tersebut, karya-karyanya menyimpan muatan emosional mendalam karena menggunakan arsip keluarga dari Ciamis sebagai sarana bagi Zico untuk merawat ingatan dan tetap terhubung dengan memori masa kecil serta orang-orang tercintanya.

ZICOAL~1.JPG
Zico Albaiquni, visual artist and PhD candidate at the University of Melbourne, recently wrapped up his solo exhibition The Land That Refuses to Be Beautiful at Ames Yavuz gallery in Sydney.Dimas Kaisar Credit: Dimas Kaisar
Lukisan itu nggak pernah kosong, nggak pernah ada blank canvas. Itu dari tumpukan memori, tumpukan kejadian, bahkan keseharian. Dan saya akhirnya mencetak itu dan melukis di atasnya, itu jadi semacam proses dialog
Zico Albaiquni
Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu jam 3 sore.
Ikuti kami di Facebook dan Instagram, serta jangan lewatkan podcast kami.

Share

Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Watch now