Kapal perang latih tiang tinggi milik Angkatan Laut Indonesia, KRI Bima Suci, melakukan kunjungan ke Australia dalam rangka pelatihan pelayaran bagi para taruna dan taruninya.
Setelah merapat di Townsville pada 29-31 Agustus lalu, KRI Bima Suci kemudian melanjutkan perjalanannya dan tiba di Sydney - pelabuhan paling Selatan yang dikunjungi dalam perjalanan ini - pada 10 September.
Atase Pertahanan RI di Canberra, Laksamana Pertama (Laksma) Oka Wirayudha, menyampaikan pada SBS Indonesian bahwa kedatangan Bima Suci di Australia merupakan kunjungan muhibah, memberikan pelatihan dan pengalaman pada taruna taruni AAL tingkat III.
"Kapal ini sebagai sarana [untuk] memberikan basic kemampuan kepada para taruna yang nantinya akan menjadi perwira TNI AL yang akan mengawaki berbagai macam jenis kapal perang," ujarnya.
Di tahun 2019, KRI Bima Suci pernah mengunjungi Darwin. Dalam operasi Kartika Jala Krida kali ini, kapal perang latih buatan tahun 2017 ini berhenti di empat pelabuhan di Australia - menjadikannya kunjungan pelabuhan terbanyak dalam satu negara.
Laksma Oka mengatakan bahwa dalam perjalanan ini, KRI Bima Suci menjalankan misi 'diplomasi kolaboratif'.
"Tidak hanya militer, tetapi ada aspek budaya, ekonomi, promosi pariwisata Indonesia, juga politik," ujarnya.
Saat bersandar, para taruna dan taruni juga berinteraksi dengan warga lokal dan memberikan pertunjukan seperti reog dan marching band yang memikat banyak mata warga Sydney.
Konsul Jenderal RI di Sydney, Vedi Kurnia Buana, menyampaikan bahwa meski kapal ini merupakan kapal militer, namun keberadaannya di Sydney lebih untuk menjalankan fungsi muhibah perdamaian dan membangun people to people connection.







Direncanakan, KRI Bima Suci akan melanjutkan perjalanannya dan singgah di Cairns 22-25 September, serta Darwin pada 2-5 Oktober, sebelum kemudian berlayar kembali ke Bali.




