Pada Senin 11 November malam, pesawat Garuda Indonesia-1 yang membawa rombongan Presiden Prabowo Subianto, mendarat di Kingsford Smith Airport di Sydney.
Rombongan Presiden langsung menuju ke hotel penginapan di kota Sydney dimana puluhan warga diaspora Indonesia telah menanti kedatangan beliau.

Selama berada di Sydney, Presiden Prabowo melaksanakan sejumlah agenda penting yang mempererat hubungan bilateral kedua negara.
Agenda tersebut meliputi pertemuan dengan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese di Kirribilli House, upacara penyambutan kenegaraan oleh Gubernur Jenderal Sam Mostyn di Admiralty House, serta pertemuan dengan mantan Perdana Menteri Australia, Paul Keating.
Selain itu, Presiden Prabowo juga melakukan peninjauan dan memberikan keterangan pers bersama PM Albanese di Kapal HMAS Canberra yang berlabuh di Garden Island Naval Base, serta menghadiri jamuan makan malam privat bersama PM Albanese.

Dalam keterangan pers di atas Kapal HMAS Canberra, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya hubungan baik antarnegara bertetangga sebagai fondasi stabilitas dan keamanan kawasan.
Saya percaya pada kebijakan bertetangga yang baik. Tetangga yang baik itu penting. Tetangga yang baik akan saling membantu di saat kesulitan.Presiden Prabowo Subianto
Kunjungan kenegaraan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kemitraan strategis Indonesia dan Australia, sekaligus meneguhkan komitmen kedua negara dalam menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.
Presiden Prabowo juga menerima kunjungan mantan Perdana menteri Paul Keating di hotel penginapannya.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, dengan pembahasan yang mencakup berbagai isu strategis di bidang hubungan internasional, ekonomi, serta geoekonomi dan geopolitik kawasan.

Pesawat Garuda Indonesia-1 yang membawa Presiden dan rombongan lepas landas dari Bandar Udara Sydney Kingsford Smith menuju Jakarta sekitar pukul 21.45 waktu setempat.
Turut mendampingi Presiden Prabowo dalam penerbangan kembali ke Tanah Air, Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.




