Sebuah laporan baru mengklaim sejumlah besar suvenir dengan karya seni bergaya Pribumi tidak autentik. Para advokat menyerukan dikeluarkannya undang-undang untuk melindungi seniman Pribumi dari eksploitasi dan representasi yang salah.
Sebuah laporan baru oleh Komisi Produktivitas mengklaim dua dari tiga suvenir bergaya Pribumi tidak autentik dan tidak ada hubungannya dengan orang Aborigin dan Penduduk Kepulauan Selat Torres.
Dikatakan produk seperti bumerang bambu atau cangkir kopi yang berisi karya seni gaya Pribumi sering tidak memiliki hubungan dengan seniman Pribumi dan tidak membawa uang ke komunitas Pribumi.
Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu jam 3 sore.
Ikuti kami di Facebook dan jangan lewatkan podcast kami.
Share





