Murtala, koreografer dan penari Suara Indonesia Dance adalah salah satu relawan yang mengangkut dan menangani mayat korban tsunami Aceh. Setelah lebih dari dua dekade bergelut dengan memori tsunami Aceh, dia berhasil memberi bentuk serta makna dari pengalamannya itu yang dituangkan dalam kreasi barunya yang diberi judul Gelumbang Raya. Gelumbang Raya merupakan bagian dari Siasa-Sisa, sebuah karya baru yang diciptakan dengan bantuan Banksown Arts Centre dan Sydney Festival dan Create NSW. Untuk pertama kalinya, Murtala akan menampilkan Gelumbang Raya di Festival Sydney 2026 di Bankstown Arts Centre, Sydney bersama Alfira O’Sullivan yang akan membawakan Jejak & Bisik, bagian dari Sisa-Sisa pula.
Gelumbang Raya – memori yang menuntut keberadaannya

Murtala, choreographer and dancer from Suara Indonesia Dance will be performing Gelumbang Raya at Bankstown Arts Centre on the 23 and 24 Jan as part of Sydney Festival 2026. Jejak & Bisik and Gelumbang Raya are part of SISA-SISA, newly commissioned work by Bankstown Arts Centre with support of Sydney Festival and Create NSW. Curtesy: Sydney Festival 2026.
Sangat banyak korban bencana tsunami yang melanda Aceh pada tahun 2004, baik yang meninggal atau pun yang terluka. Kemungkinan jumlah korbannya ratusan ribu of thousandsjiwa. Bagaimanakah dampak peristiwa tersebut terhadap mereka yang mengalaminya, apa pun perannya pada waktu itu?
Share



