Lenny berbagi tentang perjuangannya mendorong sistem pendidikan di Northern Territory (NT) hingga anaknya bisa menjadi mahasiswa kedokteran termuda di wilayah itu, serta bagaimana nilai-nilai budaya Indonesia berperan penting dalam pendidikan karakter anak-anaknya.
'Padi semakin berisi semakin merunduk'. Pepatah inilah yang dipegang Lenny dalam membesarkan kedua anaknya, Peter dan Eva Susanto, yang sama-sama berprestasi.
Peter lulus SMA di usia 14 tahun dan masuk kuliah kedokteran di usia 15 tahun sebagai mahasiswa termuda di Northern Territory. Ia didaulat sebagai NT Young Australian of the Year tahun 2024 dan NT UNICEF Australia Young Ambassador 2025.
Namun, pencapaian akademik bukanlah segalanya bagi Lenny.
Perempuan asal Jawa Timur ini memiliki latar belakang pendidikan yang kuat: Sarjana Pendidikan dengan predikat kehormatan, Magister Pendidikan, dan sertifikasi pascasarjana di bidang pendidikan anak berbakat yang ia ambil khusus untuk mendukung perkembangan anak-anaknya.
Kita juga menerapkan budaya Indonesia--yang kita percaya sangat baik.Lenny
Ia menerapkan pola asuh seperti keluarga Indonesia zaman dulu. Ia tinggal bersama ibunya, menghabiskan banyak waktu dengan anak-anak, dan bahkan menolak posisi kerja yang lebih tinggi demi fokus pada keluarga.
Sejak lahir, anak-anaknya dibesarkan dengan bahasa Indonesia, Jawa, Mandarin, dan Hokkien. Setiap kali pulang ke Indonesia, Lenny membawa anak-anak mengunjungi panti asuhan dan melihat kehidupan orang-orang kurang mampu agar mereka belajar bersyukur.
Dengarkan perbincangan SBS Indonesian dengan Lenny selengkapnya.




