Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak tersumbat oleh gumpalan. Penggunaan pengobatan gabungan - obat pengencer darah dan pembedahan - menjadi fokus penelitian internasional terhadap 300 pasien dari Selandia Baru, Australia, Cina, dan Vietnam.
Penelitian tersebut menegaskan kembali cara terbaik untuk mengobati stroke adalah dengan menggunakan obat pengencer darah dan operasi.
Studi ini juga menemukan bahwa etnis dapat berperan dalam menentukan respons seseorang terhadap pengobatan.
Ditemukan 55 persen orang yang hanya dirawat dengan operasi memiliki hasil yang baik, dibandingkan dengan 61 persen yang memiliki obat pengencer darah juga.
Tetapi untuk pasien Asia, manfaat dari menerima kedua perawatan itu bahkan lebih jelas. 34 persen pasien Asia yang hanya menjalani prosedur ini memiliki hasil yang baik, dibandingkan dengan 57 persen yang menjalani kedua perawatan tersebut.




