Gangguan penerbangan akibat aktivitas vulkanik di Indonesia tidak hanya berdampak pada jadwal penerbangan, tetapi juga memengaruhi rencana perjalanan para penumpang.
Dina Indrasafitri, diaspora Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Western Sydney University, berencana menghabiskan liburan semesternya di Jakarta.
Dina berangkat dari Sydney pada hari Minggu dan tiba di Singapura sekitar pukul 9 malam waktu setempat. Ia semula dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Jakarta pada hari Senin siang. Namun, pada pukul 6 pagi, ia menerima pemberitahuan bahwa penerbangannya dibatalkan.
Menurut Dina, penumpang diberikan pilihan untuk menjadwalkan ulang penerbangan atau memilih tujuan lain di Indonesia, sementara biaya perubahan tiket dibebaskan. Namun, kursi untuk penerbangan berikutnya ke Jakarta sangat terbatas.
Karena keterbatasan waktu dan ketidakpastian jadwal penerbangan, Dina kini mempertimbangkan untuk membatalkan perjalanannya dan kembali ke Sydney. Ia mengatakan penerbangan ke Jakarta untuk hari berikutnya dengan maskapai yang sama sudah penuh, sementara opsi transit melalui kota lain di Indonesia dinilai akan memakan waktu lebih lama.
Dina juga mempertanyakan minimnya informasi yang diterima penumpang sebelum keberangkatan. Meski aktivitas vulkanik yang memengaruhi penerbangan telah berlangsung beberapa hari, ia mengaku tidak menerima peringatan terkait potensi pembatalan penerbangan saat masih berada di Sydney.
Dengarkan podcast ini selengkapnya.





