Bulan Ramadan merupakan momen istimewa bagi umat Muslim untuk menjalankan ibadah puasa. Namun, perubahan pola makan dan kebiasaan sehari-hari selama berpuasa dapat berdampak pada kesehatan gigi dan mulut. Oleh karena itu, peran dokter gigi menjadi sangat penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat agar tetap menjaga kebersihan dan kesehatan rongga mulut.
Drg.Sarah Gadrie menjelaskan bahwa selama puasa, produksi air liur cenderung berkurang sehingga mulut menjadi lebih kering. Kondisi ini dapat memicu bau mulut serta meningkatkan risiko timbulnya plak dan gigi berlubang. Untuk itu, masyarakat dianjurkan tetap menjaga kebersihan gigi dengan menyikat gigi minimal dua kali sehari, terutama setelah sahur dan sebelum tidur.
Selain itu, penggunaan benang gigi dan obat kumur juga dapat membantu membersihkan sisa makanan yang sulit dijangkau oleh sikat gigi. Dokter gigi juga menekankan pentingnya menjaga pola makan saat sahur dan berbuka, dengan mengurangi konsumsi makanan manis dan lengket yang dapat merusak gigi.
Edukasi lain yang disampaikan adalah bahwa menyikat gigi saat berpuasa tidak membatalkan puasa, selama tidak ada air atau pasta gigi yang tertelan. Hal ini penting untuk meluruskan kesalahpahaman yang masih sering terjadi di masyarakat.
Melalui edukasi yang tepat, dokter gigi berharap masyarakat tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan nyaman tanpa mengabaikan kesehatan gigi dan mulut. Dengan menjaga kebersihan rongga mulut, senyum sehat pun dapat terus terjaga sepanjang bulan penuh berkah ini.
Dengarkan podcast ini selengkapnya.



