Peristiwa-peristiwa penting selama tahun 2025:
1. Kembalinya Donald Trump dan Perang Dagang
Januari 2025 menandai kembalinya Donald Trump sebagai Presiden AS. Kebijakan ekonominya yang berfokus pada tarif tinggi memicu perang dagang hebat dengan Tiongkok, di mana tarif sempat menyentuh angka 145% untuk barang Tiongkok. Ketegangan baru mereda pada Oktober setelah kesepakatan dagang ditandatangani, meski sempat menimbulkan kekhawatiran resesi global.

In everything in 2025: US President Donald Trump Source: Getty / Alex Wong/Getty Images
2. Konflik Global dan Upaya Perdamaian
- Gaza: Setelah dua tahun kehancuran dan jatuhnya lebih dari 69.000 korban jiwa, kesepakatan gencatan senjata akhirnya ditandatangani pada 10 Oktober 2025. Namun, krisis kemanusiaan dan kelaparan akut masih menghantui warga Gaza.
- Sudan: Perang saudara terus memburuk dengan laporan genosida di Darfur dan kekerasan seksual yang meluas, menciptakan salah satu krisis pengungsian terbesar di dunia.
- Ukraina: Perang melawan Rusia memasuki tahun keempat dengan jumlah korban sipil yang meningkat 27%. Hubungan antara Presiden Zelenskyy dan Trump sempat menegang terkait strategi negosiasi wilayah.

Volodymyr Zelenskyy appears at the Iceland summit Source: Getty / picture alliance/dpa/picture alliance via Getty I
3. Perubahan Kepemimpinan dan Revolusi Pemuda
- Vatikan: Dunia berduka atas wafatnya Paus Fransiskus pada usia 88 tahun. Ia digantikan oleh Kardinal Robert Prevost yang mengambil nama Paus Leo XIV, menjadikannya Paus pertama asal Amerika.
- Protes Generasi Z: Gelombang protes pemuda melanda berbagai negara. Di Nepal, aksi protes besar-besaran terhadap korupsi berhasil menggulingkan Perdana Menteri Khadga Prasad Oli setelah kerusuhan yang memakan korban jiwa.
4. Bencana Alam dan Krisis Iklim
Tahun 2025 menjadi salah satu tahun paling mematikan akibat cuaca ekstrem:
- Kebakaran dahsyat di Los Angeles menewaskan sekitar 440 orang.
- Gelombang panas di Eropa merenggut 16.500 nyawa, sementara Badai Melissa menghancurkan wilayah Karibia.
- Di Indonesia, banjir lumpur dan tanah longsor melanda Aceh dan Sumatra, memutus akses logistik dan memaksa ratusan ribu orang mengungsi.
- Pada KTT COP-30 di Brasil, PBB memperingatkan bahwa dunia berada di jalur pemanasan 2,6∘C, yang mengancam keberlangsungan pertanian dan keselamatan manusia secara permanen.

Muddy Road condition at Bireuen, Aceh Credit: SBS News/Claudia Farnhart






