Peneliti menemukan kekebalan COVID bertahan lebih lama dari yang diperkirakan

Vaccine testing

Experimental COVID-19 vaccine produced a dual immune response in people aged 18 to 55. (John Cairns, University of Oxford via AP) Source: John Cairns

Peneliti Australia menawarkan harapan bahwa vaksin COVID-19 akan memberikan perlindungan lebih lama dari virus itu tanpa perlu suntikan penguat secara teratur.


Penelitian terhadap pasien telah menunjukkan sel-sel dalam tubuh mereka mengingat virus corona setidaknya selama delapan bulan setelah infeksi dan secara alami memicu respons kekebalan langsung.

Ketika para ilmuwan di seluruh dunia menganalisis cara kerja COVID-19, mereka menemukan antibodi terhadap virus itu mulai melemah dalam beberapa bulan pertama setelah infeksi, meningkatkan kekhawatiran bahwa kekebalan mungkin cepat hilang.  Tetapi ahli imunologi di Australia telah membuat penemuan penting: sel-sel tertentu di dalam tubuh terus menghafal virus itu dan cara melawannya.



Share
Follow SBS Indonesian

Download our apps
SBS Audio
SBS On Demand

Listen to our podcasts
Independent news and stories connecting you to life in Australia and Indonesian-speaking Australians.
Ease into the English language and Australian culture. We make learning English convenient, fun and practical.
Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS
SBS Indonesian News

SBS Indonesian News

Watch it onDemand