Indonesian Diaspora Network Victoria menggelar Diaspora Fair 2026 yang tidak hanya menampilkan budaya Indonesia, tetapi juga memberi ruang bagi berbagai komunitas diaspora untuk berbagi tradisi mereka.
Diaspora Fair 2026 yang diselenggarakan oleh Indonesian Diaspora Network Victoria di Collingwood Town Hall pada Sabtu, 7 Februari lalu, menghadirkan keunikan dengan mempertemukan berbagai budaya diaspora. Acara ini dimeriahkan dengan workshop interaktif serta pertunjukan tarian dari Indonesia dan budaya lainnya seperti Tiongkok dan Vietnam.
Salah satu vendor yang hadir adalah Siska Prabonowati Dart, pengajar patchwork quilting yang memperkenalkan teknik membuat "yoyo" dari kain. Yang menarik, Siska mengintegrasikan kain batik Indonesia dalam karyanya. Siska juga mengatakan, ia mengapresiasi pendekatan panitia dalam berkolaborasi dengan berbagai komunitas budaya.

Sementara itu, pengunjung Bintari Setyorini, seorang pengajar bahasa Indonesia di Victoria, hadir di acara untuk memperluas jaringan dan mencari inspirasi kegiatan budaya untuk pembelajaran murid-muridnya. Menurutnya, acara yang menggabungkan beberapa diaspora sangat penting untuk mengingatkan dari mana mereka berasal sambil melihat budaya negara lain.
Simak perbincangan lengkap SBS Indonesian dengan Siska Prabonowati Dart dan Bintari Setyorini.





