Watch FIFA World Cup 2026™

LIVE, FREE and EXCLUSIVE

Seniman Patriot Mukmin Gabungkan Tradisi Anyam dan Fotografi dalam Satu Karya

Completed photo weaving pieces created by workshop participants at Pasar Senja. Credit_ SBS Indonesian_Anne Parisianne.jpg

Completed photo weaving pieces created by workshop participants at Pasar Senja 2026 in Melbourne. Credit: SBS Indonesian/Anne Parisianne

Bagi seniman Indonesia, Patriot Mukmin, menganyam foto adalah cara menggabungkan dua kenangan visual menjadi satu karya baru yang personal.


Published

By Anne Parisianne

Presented by SBS Indonesian

Source: SBS



Share this with family and friends


Bagi seniman Indonesia, Patriot Mukmin, menganyam foto adalah cara menggabungkan dua kenangan visual menjadi satu karya baru yang personal.


Patriot Mukmin, seniman visual dan mahasiswa PhD di Victorian College of the Arts, University of Melbourne, telah membawakan lokakarya menganyam foto di acara Pasar Senja. Selain menempuh studi doktoral, Patriot juga aktif mengajar di almamaternya, Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB, Bandung.

Teknik menganyam foto ini terinspirasi dari kegiatan menganyam kertas warna yang biasa dilakukan anak-anak SD di Indonesia. Bedanya, peserta akan menganyam dua lembar kertas bergambar foto, sehingga menghasilkan satu gambar baru yang unik.

"Mungkin mereka pernah memfoto, mungkin mereka pernah menganyam, tapi mereka belum pernah menganyam foto," ujar Patriot kepada SBS Indonesian.

Patriot Mukmin
Visual artist Patriot Mukmin guides participants through the art of photo weaving at Pasar Senja, Melbourne. Credit: SBS Indonesian/Anne Parisianne

Teknik ini sudah dipraktikkan Patriot sejak 2014 dengan berbagai medium, termasuk kertas HVS, kain, kanvas, lukisan. Kini, menganyam foto menjadi salah satu bab dalam riset PhD-nya.

Sebagai akademisi yang pernah belajar dan mengajar di Indonesia, Patriot melihat perbedaan antara pendidikan seni di kedua negara. Menurutnya, tradisi seni rupa di ITB yang sudah ada sejak 1947 cenderung kuat dalam refleksi sosial dan problematika masyarakat. Sementara di Victorian College of the Arts, University of Melbourne, tradisi seni konseptual dan eksperimentalnya sangat menonjol, jelas Patriot.

Dan, menurut Patriot, seni dan budaya punya peran penting untuk komunitas diaspora yang jauh dari tanah air.

Kalau kita jadi diaspora, berarti kan kita tercerabut dari tempat asal kita. Fenomena tercerabutnya itu kadang bikin kita galau, bingung, mempertanyakan identitas. Di sanalah seni dan budaya bisa jadi cara untuk menemukan kembali yang tadi hilang.
Patriot Mukmin, Seniman

Dengarkan perbincangan ini selengkapnya.

Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu jam 3 sore.
Ikuti kami di Facebook dan Instagram, serta jangan lewatkan podcast kami.


Latest podcast episodes

Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Watch now