Menyadari bahwa apa yang dilihatnya di Sumba merupakan isu sosial penting masa kini yang perlu disuarakan, Razka Robby Ertanto tergerak untuk mengangkat isu ini dalam karya film.
Meski dibalut dalam rupa fiksi, makna cerita dan gagasan dalam film Yohanna karya sutradara Indonesia Razka Robby Ertanto berdasar pada riset yang dilakukannya di pulau yang merupakan wilayah dari povinsi Nusa Tenggara Timur ini sehingga bergaya dokumenter.
Tokoh utama dalam film ini, biarawati Katolik bernama Suster Yohanna, disebut Razka sebagai sosok yang nyata ditemui di masyarakat, yang menunjukkan bahwa keimanan bukan hanya sekadar teks tetapi memprioritaskan tindakan nyata.
"Keimanan bukan hanya sekadar text tapi adalah hubungan kita sesama manusia, memprioritaskan action terhadap keyakinan diri kita sendiri," ungkap Razka pada SBS Indonesian saat diwawancara pada bulan Oktober lalu.
Enggak hanya berdoa tapi melakukan sesuatu untuk kehidupan, untuk orang banyak. Itu yang mau dibicarakan di Yohanna.Razka Robby Ertanto, Sutradara 'Yohanna'
Ketika ditanya apakah ia mendapatkan tanggapan negatif dengan mengangkat kehidupan biarawati Katolik dalam kehidupan nyata di negara yang mayoritas muslim, Razka — yang juga seorang muslim — mengatakan bahwa ia justru memperoleh tanggapan baik. Ia juga menyebut bahwa mengingat Indonesia adalah negara yang beragam, maka sinemanya pun juga butuh keberagaman.
"Sinema Indonesia harus mengapresiasi keberagaman," ujarnya.
Simak perbincangan lengkap SBS Indonesian dengan Razka Robby Ertanto dan tonton Yohanna di SBS On Demand.





