Sejak 15 Desember jumlah kasus COVID-19 mulai melonjak di Australia. Beberapa dokter memperingatkan bahwa jika tren ini berlanjut, itu akan memberikan tekanan yang besar pada program tes COVID dan sistem kesehatan negara bagian serta teritori. Untuk memerangi penyebaran, ada seruan untuk mengurangi waktu tunggu antara vaksinasi kedua dan booster. Jadi di luar politik, bagaimana sebaiknya jedah waktu untuk booster itu?

Dicky Budiman yang seorang dokter itu juga seorang ahli epidemiologi yang sedang melakukan penelitian untuk menyelesaikan PhD-nya di Universitas Griffith. Dr Dicky Budiman menjelaskan kepada Sri Dean pilihannya akan jedah waktu antara vaksinasi kedua dan booster sekaligus menekankan pentingnya warga untuk juga bertanggung jawab satu sama lain.
Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu jam 3 sore.
Ikuti kami di Facebook dan jangan lewatkan podcast kami.
Dan Anda dapat mengikuti perkembangan informasi terbaru tentang virus corona dalam bahasa Anda di sbs.com.au/coronavirus





