Pemimpin koalisi Angus Taylor telah menyampaikan tanggapan anggaran pertamanya, berjanji untuk menindak tegas tingkat migrasi dan melarang warga negara asing mengakses beberapa tunjangan kesejahteraan.
Poin-Poin Utama Tanggapan Anggaran Angus Taylor
- Pemberlakuan Batas Migrasi Berdasarkan Perumahan: Koalisi berencana membatasi jumlah migrasi bersih luar negeri disesuaikan dengan laporan tahunan jumlah rumah baru yang berhasil dibangun.
- Pembatasan Kesejahteraan bagi Warga Asing: Warga negara asing, termasuk penduduk tetap (permanent residents), akan dilarang mengakses 17 jenis bantuan sosial, termasuk NDIS, JobSeeker, Youth Allowance, dan Family Tax Benefit.
- Kebijakan Perumahan dan Infrastruktur: Menghapus sejumlah program perumahan besutan Partai Buruh dan menggantinya dengan dana infrastruktur perumahan senilai $5 miliar. Koalisi juga berjanji memangkas birokrasi konstruksi untuk menekan biaya pembangunan rumah.
- Aturan Migrasi dan Keamanan yang Lebih Ketat: Memperketat aturan mahasiswa internasional, memprioritaskan visa tenaga terampil, mendeportasi 70.000 orang yang tinggal melebihi masa izin (overstayers), serta memperkenalkan "daftar negara aman" untuk mempercepat penolakan klaim perlindungan.
- Reformasi Pajak: Mengusulkan pengindeksan pajak penghasilan terhadap inflasi guna melindungi pekerja dari "pajak inflasi".
- Energi dan Lingkungan: Berjanji mencabut larangan nuklir, meningkatkan anggaran pertahanan, membatalkan pajak karbon tersembunyi, serta mempercepat persetujuan proyek gas dan minyak bumi.
Reaksi dan Kritik
- One Nation (Pauline Hanson): Menuduh Koalisi tidak memiliki visi dan hanya meniru (copycat) kebijakan anti-imigrasi milik One Nation demi mendulang suara pasca pemilu sela.
- Partai Hijau (Mehreen Faruqi): Mengecam kebijakan tersebut sebagai langkah rasis yang menjadikannya migran sebagai kambing hitam atas krisis biaya hidup dan perumahan, padahal migran juga merasakan dampak krisis yang sama.
- Pemerintah / Partai Buruh (Julian Hill & Jim Chalmers):
- Julian Hill menilai kebijakan ini tidak serius, bersifat dog whistle (politik adu domba), dan berisiko memicu aksi balasan terhadap warga Australia yang tinggal di luar negeri.
- Bendahara Jim Chalmers menyebut tanggapan anggaran tersebut sebagai "kebakaran tong sampah" (bin fire) yang akan meningkatkan defisit, utang, dan inflasi, serta mengkritik Taylor karena tidak bisa menjelaskan rincian biaya dari rencana pajaknya.
Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu jam 3 sore. Ikuti kami di Facebook dan Instagram, serta jangan lewatkan podcasts kami.
Gunakan SBS Audio, dapat diunduh dari App Store atau Google Play.
Share





