Setelah tampil di National Portrait Gallery Canberra dalam acara pemasangan kembali foto seniman Dadang Christanto, penari, penulis, dan akademisi yang kini menetap di Amerika, Rachmi Diyah Larasati, singgah di Sydney dan berbincang dengan SBS Radio.
Rachmi Diyah Larasati adalah Associate Professor kajian teori budaya dan kesejarahan di Department of Theatre Arts & Dance - University of Minnesota. Dalam perbincangannya dengan SBS Radio kali ini, Beliau berbagi pandangannya antara lain tentang keterkaitan gerakan tari tradisional Indonesia dengan pergeseran situasi politik, pentingnya memahami kesejarahan tarian, hingga situasi Indonesia saat ini dalam kaitan dengan 20 tahun Reformasi dan satu tahun menjelang PEMILU.






