“Trading Cultures” adalah film yang dibuat oleh sineas Pribumi Daniel King. Film ini menelusuri kolaborasi baru-baru ini antara tiga seniman Pribumi Australia dan tiga seniman Makasar, Sulawesi Selatan. Kolaborasi tersebut membawa mereka dalam perjalanan menemukan kembali hubungan antara nenek moyang mereka.
Bertepatan dengan Hari Internasional untuk Masyarakat Adat, salah satu pemimpin proyek pertukaran, Dr Lily Yulianti Farid, penulis dan salah satu pendiri Rumata Artspace menjelaskan pentingnya film “Trading Cultures” dalam membawa pemahaman baru dan penuh harapan tentang sejarah hubungan Australia-Indonesia secara umum dan Yolŋu dari Arnhem Land Timur dan orang Makasar di Sulawesi Selatan pada khususnya.
Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu jam 3 sore.
Ikuti kami di Facebook dan jangan lewatkan podcast kami.
Dan Anda dapat mengikuti perkembangan informasi terbaru tentang virus corona dalam bahasa Anda di sbs.com.au/coronavirus





