Bahasa ini memiliki aksara sendiri yang bernama Ka Ga Nga. Tiga mahasiswa Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Putri Meilinda Sari, Muhammad Dian Saputra Taher dan Akhmad Khanif melakukan penelitian untuk mengetahui seberapa mampu bahasa ini akan bertahan kelak. Dan Putri memaparkan hasil penelitiannya berikut ini.
Muhammad Dian Saputra Taher, Putri Meilinda Sari dan Akhmad Khanif





