Watch FIFA World Cup 2026™ LIVE, FREE and EXCLUSIVE

Tren baru: Media sosial menggantikan peran dokter

Peptides are being marketed by wellness influencers but experts say they are unregulated and illegal without a prescription.

Once confined to bodybuilding forums and elite sports scandals, unapproved peptides have now moved into mainstream wellness and are being marketed online as tools for biohacking and longevity. Credit: SBS

Peptida yang dilarang dalam dunia binaraga dan olahraga ellit, kini masuk ke dunia kesehatan arus utama dan dipasarkan secara online sebagai alat untuk biohacking dan memperpanjang umur.


Fenomena penggunaan peptida sebagai zat penyuntik untuk penurunan berat badan, anti-penuaan, dan pemulihan cedera kini tengah marak di tengah masyarakat, melampaui batas komunitas binaraga hingga ke kalangan orang biasa.

Banyak individu, termasuk ibu rumah tangga, beralih ke senyawa ini karena aksesnya yang mudah melalui internet dan media sosial tanpa memerlukan resep dokter, meskipun zat tersebut sering kali tidak disetujui untuk penggunaan manusia dan kurang memiliki bukti klinis yang kuat.

Kepercayaan publik mulai bergeser dari otoritas medis konvensional menuju para influencer dan testimoni komunitas online, yang dianggap lebih kredibel karena membagikan pengalaman hidup secara langsung dan menawarkan solusi dengan harga yang jauh lebih terjangkau.

Namun, tren ini menyimpan risiko kesehatan yang signifikan karena kurangnya regulasi pada produk yang dijual bebas secara online.

Pihak otoritas medis seperti TGA memperingatkan bahwa isi dalam vial tersebut mungkin tidak sesuai label dan berpotensi mengandung toksin berbahaya, sementara data mengenai efek samping jangka panjangnya masih sangat minim.

drug_testing_lab_getty_080213_632100149
Drug testing in lab

Meskipun ada tindakan tegas terhadap penjualan ilegal, ketegangan antara pengetahuan klinis resmi dan "sains rakyat" dari media sosial terus berlanjut, didorong oleh rasa frustrasi masyarakat terhadap biaya serta birokrasi sistem kesehatan tradisional yang dianggap lambat dan mahal.

Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu jam 3 sore.
Ikuti kami di Facebook dan Instagram, serta jangan lewatkan podcast kami.

Share

Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Watch now