Mempelajari bahasa Indonesia membuka banyak peluang di masa depan bagi kaum muda Australia — inilah pesan yang disampaikan lewat Indonesia Fair 2026.
Indonesia Fair adalah inisiatif dari Australia-Indonesia Youth Association (AIYA) yang bertujuan untuk mendorong pembelajaran bahasa Indonesia di Australia. Para murid mata pelajaran bahasa Indonesia diharapkan dapat melihat nilai lebih dari belajar bahasa Indonesia melalui acara ini.
Diawali dengan diskusi menarik, para panelis dari bidang-bidang pekerjaan yang berbeda memaparkan bagaimana memahami bahasa Indonesia bisa "menguntungkan" karir mereka.
"You can't be a serious member of parliament in Australia without being serious about Indonesia," ujar anggota parlemen federal, Tim Watts, yang menjadi salah satu panelis.
There is no country in the world that is more important to Australia than Indonesia.Tim Watts MP
Seusai diskusi, para peserta — yang merupakan para pelajar bahasa Indonesia dari berbagai sekolah di Sydney dan Wollongong — kemudian dibagi dalam beberapa kelompok untuk mengikuti berbagai sesi kegiatan, termasuk untuk belajar menari, bermain gamelan, angklung, dan tawar-menawar. Namun, ada yang berbeda dari penyelenggaraan acara di tahun yang keempat ini.

Language is the pathway to relationships of trust and understanding. It's fundamental to it.Tim Watts MP
Dalam podcast ini, dengarkan komentar dari anggota parlemen federal Matt Thistlethwaite MP dan Tim Watts MP, Ketua Dewan Australia-Indonesia Institute Lydia Santoso, pengajar bahasa Indonesia di NSW School of Languages Christin Anggrahini, serta pesepak bola Australia Robbie Gaspar mengenai pembelajaran bahasa Indonesia di Australia dan Indonesia Fair 2026.
So by learning a language as you guys are,
by learning about a different culture,
by going there and experiencing,
you are contributing to stronger relations between Australia and Indonesia.
Matt Thistlethwaite MP, pendengar, menyampaikan apresiasinya pada para siswa
yang mempelajari bahasa Indonesia di sekolah-sekolah di New South Wales dalam
pidato sambutannya saat acara Indonesia Fair 2026.
Asisten Menteri untuk Urusan Imigrasi dan juga untuk Urusan Luar Negeri dan
Perdagangan ini, pendengar, menyampaikan keuntungan para siswa mempelajari bahasa
dan budaya Indonesia serta peluang apa yang dapat digunakan guna memperdalam
pembelajaran mereka di tahap selanjutnya.
And Indonesia is one of the most important economies in the world. It is growing at
a rapid rate
when you go there and you experience that.
But more importantly, Australians and Indonesians have a lot in common and we've
shared
a lot of values and trade over many, many years.
So I would encourage you to continue on the journey that you are on, to continue
with that passion for studying Indonesian, for learning about the history and the
heritage and the culture. And if you can learn the language, that is one of the
best things that you can ever do because it will ensure that you have wonderful
opportunities
in study and employment
beyond your school years.
And there are opportunities for you to take advantage of government programs that
will help you promote
that study
of Indonesian culture. One of your panelists earlier mentioned the New
Colombo Plan, which is a scholarship program that the federal government, the
Australian government offers to young Australians to go and study or to work in
other countries. Particularly, we have a focus on the Asia Pacific region.
So
when you finish school and you might be going off to university
or going off to work, you can apply for one of those scholarships where you might
be able to go and do a term at an Indonesian university
and greatly improve your language skills and immerse yourself in their culture and
their heritage.
Indonesia Fair merupakan program tahunan yang berfokus pada upaya peningkatan
pembelajaran bahasa Indonesia di Australia. Tahun ini, acara tersebut
dihadiri oleh sekitar dua ratus pelajar dari wilayah Sydney dan Wollongong.
Ini sih sebenarnya inisiatif dari AIYA, Australia Indonesia Youth Association.
Mereka membuat Indo Fair yang pertama tahun 2023. Tahun 2024, kami bergabung
dengan AIA, AIBC Australian Indonesia Business Council, dan AIYA untuk membuat
Indo Fair yang mewah, yang besar sekali. Dan sejak itu, setiap tahun kami masih
bisa membuat Indo Fair. Dan itu adalah kerja keras dari panitia-panitia yang
sebenarnya ini dari hati nurani kami karena uangnya sangat sedikit dan kami
semua volunteer, tetapi oleh karena cinta kami dengan Indonesia dan semangat
dari murid-murid yang menghadiri acara kami, itu yang membuat kita lebih semangat
dan untuk kerja terus setiap tahun untuk membuat dan membangun Indo Fair.
Itu tadi Lydia Santoso, ketua dewan dari Australia Indonesia Institute atau AII dan
juga ketua dari Australia Indonesia Business Council, AIBC untuk New South
Wales yang menyampaikan gambaran singkat dari upaya di balik inisiatif ini. Lantas,
sekolah mana saja yang dapat mengikuti kegiatan tersebut?
Kami sih inisiatifnya untuk membuka acara ini ke semua student, eh pelajar bahasa
Indonesia di Sydney. Jadi jangan, tidak hanya small number of, of students. Kita
ini mau membuka ini sem-- eh, ke, ke lebih luas lagi. Jadi kalau ada yang
gu-guru-guru atau murid bahasa Indonesia yang belum pernah datang ke Indo Fair, ayo
semangat! Tahun depan kami akan lakukan lagi dan semoga bisa
me-welcome you all to Indo Fair 2027.
Diawali dengan diskusi menarik bersama para panelis, para peserta kemudian dibagi
dalam beberapa kelompok untuk mengikuti berbagai sesi kegiatan, termasuk untuk
belajar menari, bermain gamelan, angklung, dan juga tawar-menawar.
Namun kali ini, Pendengar, ada sesi kegiatan yang berbeda dari tahun-tahun
sebelumnya.
Ibu Lydia telepon saya dan bilang, "Robbie, kamu mau ke Sydney untuk Indo
Fair dan membuat football sessions di dalam bahasa Indonesia?" Saya bilang, "Oh,
pasti mau." Dan saya langsung bilang, "Saya datang." Dan ya, kita di sini
sekarang.
Robbie Gaspar, Pendengar, mantan pemain sepak bola profesional yang aktif dalam
upaya diplomasi olahraga antara Indonesia dan Australia.
Dan saya bilang, "Kalau masuk di dalam lapangan harus pakai bahasa Indonesia,
tidak boleh pakai bahasa Inggris." Mereka kaget, tapi saya bilang, "Kalian bisa."
Anak-anak murid-murid luar biasa, semangat luar biasa dan ya saya sangat enjoy dan
hopefully saya bisa inspire murid-murid untuk tetap belajar bahasa Indonesia.
Dan bagaimana komentar pengajar tentang acara ini?
Wah, luar biasa sekali karena aktivitasnya sangat cocok untuk remaja
dan sangat menarik, terutama yang aktivitas ini bermain sepak bola dengan
Robbie Gaspar. [tertawa] Ya, dan murid-murid sangat menikmati aktivitas
ini. Untuk murid-murid kami sangat kelihatan
bahwa mereka sangat menikmati dan membuka mata mereka waktu mendengarkan tentang
panel discussion tentang karir,
bahwa bahasa Indonesia itu tidak hanya untuk menjadi guru atau menjadi
translator, tetapi bisa dipakai untuk bidang-bidang yang lain, seperti science,
finance, jadi tidak terbatas.
Dan itu sangat penting untuk membuka mata murid
supaya mereka bisa melihat ke depannya bahasa Indonesia itu tetap penting dan
tetap berguna untuk mereka.
Itu tadi komentar Christin Anggrahini, pendengar, salah satu pengajar bahasa
Indonesia di New South Wales School of Languages. Tahun ini merupakan
keikutsertaan pertama kalinya dari sekolah bahasa ini dalam Indonesia Fair.
Ibu Christin menyampaikan bagaimana acara seperti ini dapat memupuk minat untuk
belajar bahasa Indonesia.
Ee, sebenarnya
mirip dengan tren di seluruh Australia,
jumlah pembelajar bahasa Indonesia memang menurun ya.
Eee, tetapi di setiap tahunnya untuk selama dua, tiga tahun ini untuk New South
Wales School of Languages, jumlah pelajar sepertinya mirip dari tahun ke tahun.
Tapi tentu saja kita harapkan bisa,
-ee, meningkat. -Mhm.
Dan acara seperti ini kami harapkan bisa membangun keinginan murid-murid untuk
belajar bahasa Indonesia.
Terkait dengan isu jumlah pembelajar bahasa Indonesia di sekolah-sekolah
Australia, anggota Parlemen Federal Tim Watts berpendapat bahwa masalah ini
bersifat kompleks, tetapi ia optimis situasi ini dapat berubah.
So I want more young Australians studying and learning Bahasa Indonesia in our high
schools and our universities. That's a complex systems problem to...
to fix. We need to change the decisions, not just of students, but of parents, of
teachers, of principals, of university chancellors, of employers. You know, this
is a system-wide problem, and we need system-wide solutions.
I've been running an inquiry into Australia's Asia capability in our
education system and in other parts of our, our society. Um, I've been working on
that for the last twelve months, and we've received hundreds of submissions
of... from Australians, from schools, from universities, from employers who want
more Australians engaging with Indonesian studies.
That report will be coming out soon, the report revolting-- resulting from that
inquiry, um, and I'm really optimistic about our ability to turn the tide and
increase the number of Australians studying Bahasa Indonesia.
Lydia Santoso mengatakan ada harapan yang positif.
Oleh karena kerja, kami dan juga semangat dari guru-guru, nomor, um, jumlah murid
yang mem-membelajar bahasa Indonesia tahun dua pu, dua lima itu alhamdulillah naik
empat puluh satu persen. So we are doing great, and we wanna keep this ball
rolling. Jadi, dari empat puluh satu persen increase, kita ingin tahun depan
lebih lagi. So semoga dengan acara yang kami, um, lakukan hari ini akan membuat
murid-murid di Sydney yang mungkin belum
belajar bahasa Indonesia untuk meng, eh, mengambil bahasa Indonesia sebagai bahasa
di sekolah.
Dan menggarisbawahi pentingnya belajar bahasa Indonesia bagi orang Australia,
ini pesan yang disampaikan oleh Tim Watts bagi para pelajar di negeri ini.
And my view has always been that you can't be a serious member of Parliament in
Australia without being serious about Indonesia. I mean, there is no country in
the world that is more important to Australia than Indonesia. You know, it's
vital to our security, um, a growing economy that to our immediate north, um,
will be one of the five largest economies in the world by 2040.
Um, so, you know, it's a fundamental part of the job description, I think, of, to be
an Australian, a member of Parliament, to understand Indonesia. And you look at my
workplace, and we are over-represented with parliamentarians that study Bahasa
Indonesia. Um, so
we have our, our Foreign Minister, uh, Penny Wong is, is fluent in Bahasa Melayu,
and she gets along okay in Bahasa Indonesia.
Um, but we have a number of MPs who spend time on top of their busy schedule
learning it formally. So, uh, Chris Bowen, who is our Minister for Energy and lots
of other things, has been studying it for a long time. Um, uh, Stephen Jones, who
was formerly our Minister for Finance, uh, again, studied it while being a federal
member of Parliament. We have, uh, Luke Gosling, uh, Sam Lim, you know, many
members of Parliament in Australia who speak Bahasa Indonesia. And the reason
that they, they do is because it's so important to our national interests. In my
line of work, um, it's about relationships of trust and understanding.
Language is the pathway to relationships of trust and understanding. It's
fundamental to it. You make a little bit of effort, people will really respond.
[outro jingle]





