Watch FIFA World Cup 2026™

LIVE, FREE and EXCLUSIVE

Two Islands, One Thread: Menautkan Tradisi Budaya Lombok dan Bali

20231218 Russell Kelty Adobe RGB 4000px Photo Saul Steed 0Z2Y9155.jpg

Russell Kelty, Curator Asian Art, Art Gallery of South Australia AGSA Credit: Saul Steed

Two Islands, One Thread: The Art and Cultures of Lombok & Bali dibuka di Galeri Seni Australia Selatan pada 15 Mei, merupakan pameran pertama di Australia yang mengeksplorasi hubungan artistik dan budaya luar biasa antara masyarakat Lombok yang mayoritas Muslim dan masyarakat Bali yang mayoritas Hindu.


Published

By Ricky Kusumo

Source: SBS



Share this with family and friends


Two Islands, One Thread: The Art and Cultures of Lombok & Bali dibuka di Galeri Seni Australia Selatan pada 15 Mei, merupakan pameran pertama di Australia yang mengeksplorasi hubungan artistik dan budaya luar biasa antara masyarakat Lombok yang mayoritas Muslim dan masyarakat Bali yang mayoritas Hindu.


Mulai 15 Mei, Art Gallery of South Australia (AGSA) mempersembahkan pameran bertajuk Two Islands, One Thread: The Art and Cultures of Lombok & Bali.

Ini merupakan pameran pertama di Australia yang mengeksplorasi hubungan artistik dan budaya yang luar biasa antara dua masyarakat Indonesia yang berbeda, yakni Lombok yang mayoritas Muslim dan Bali yang mayoritas Hindu.

"Temple doors (pamedal)" [20115A28(a-c)], Indonesia, Bali
"Temple doors (pamedal)" 1700-1900, Tejakula, Buleleng, Bali, Indonesia wood, pigment, gold leaf, metal. Gift of the Art Gallery of South Australia Foundation 2011, Art Gallery of South Australia, Adelaide Credit: Art Gallery of South Australia, Adelaide

Melalui berbagai koleksi tekstil, gambar, lukisan, dan objek yang jarang dipamerkan, pameran ini mengungkap bagaimana kontak maritim, perdagangan, dan migrasi selama berabad-abad di lintas Selat Lombok telah membentuk tradisi seni kedua pulau tersebut sambil tetap menjaga identitas budaya unik masing-masing.

Pameran ini merayakan sejarah sekaligus kecerdasan berkelanjutan para seniman dari kedua pulau melalui warisan tekstil yang serupa.

Kurator Seni Asia AGSA, Russell Kelty, menjelaskan bahwa pameran ini menyoroti hubungan budaya yang sering terabaikan, di mana meskipun kedua pulau sering dianggap berbeda secara kultural, tradisi seni mereka justru mengungkap sejarah panjang pertukaran, adaptasi, dan kreativitas bersama.

"The abduction of Princess Sita, from 'Ramayana' epic" [993P21],
"The abduction of Princess Sita, from 'Ramayana' epic". Gift of Christine and Charles Rothauser 1999, Art Gallery of South Australia, Adelaide. Credit: Saul Steed

Inti dari pameran ini adalah kain-kain tenun, sulam, lukis, dan ikat yang dibuat oleh masyarakat adat Sasak di Lombok serta masyarakat Bali.

Bagi komunitas lokal, karya-karya ini adalah ekspresi mendalam dari keyakinan spiritual, identitas, dan penghormatan kepada leluhur.

Di bagian Lombok, kain songket yang rumit dengan kilauan benang logam serta kain tenun ikat khasnya menunjukkan betapa tekstil sangat melekat dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, pola mewah pada tekstil Bali mencerminkan keyakinan bahwa pakaian tersebut meniru keindahan tekstil dewata yang ditenun oleh para dewa Hindu.

Selain tekstil, Two Islands, One Thread juga menampilkan berbagai karya seni dan objek lainnya, termasuk plakat emas kuil leluhur, pintu pura Bali dari abad ke-18, serta lukisan berskala besar yang memperlihatkan arsitektur, kehidupan upacara, dan tradisi seni kedua pulau.

"Temple hanging (tabing), Churning of the Milky Ocean, from the
"Temple hanging (tabing), Churning of the Milky Ocean, from the ‘Adiparwa’ (Book of the Beginning)" 1925-50, by Pan Ngales born Bali, Indonesia c.1870 died c.1952, Kamasan, Klungkung, Bali, Indonesia. Gift of Michael Abbott AO QC and Sue Crafter through the Art Gallery of South Australia Foundation 2017. Donated through the Australian Government's Cultural Gifts Program Art Gallery of South Australia, Adelaide.

Di antara lebih dari 100 karya yang dipajang, terdapat tekstil dari koleksi AGSA yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya, serta pinjaman langka dari Museum Negeri Nusa Tenggara Barat yang baru pertama kali muncul di Australia.

Kehadiran karya-karya penting ini juga didukung oleh hibah dari Michael Abbott AO KC yang selama ini memperkaya koleksi seni Asia Tenggara di galeri tersebut.

Direktur AGSA, Jason Smith, menyatakan bahwa pameran ini mencerminkan komitmen galeri dalam menghadirkan keberagaman budaya global dan memperkuat kemitraan internasional. Menurutnya, kolaborasi budaya yang signifikan antara Australia dan Indonesia ini memungkinkan masyarakat luas untuk memahami koneksi artistik yang lebih dalam antara Lombok dan Bali.

"Festive waist-wrap cloth (leang, dodot), with ‘basket of flow
"Festive waist-wrap cloth (leang, dodot), with ‘basket of flowers’ patolu motif" c.1970, Central Lombok cotton, silk, synthetic dyes, supplementary-weft weave, stitchwork 107.5 x 166.0 cm. South Australian Government Grant 1974 Art Gallery of South Australia, Adelaide. Credit: Photo by Saul Steed.

Sebagai pelengkap, sebuah publikasi ilustrasi utama yang mengeksplorasi tekstil, seni, dan budaya Lombok akan diterbitkan dan tersedia di Toko AGSA mulai September 2026.

Selain itu, pada Sabtu 12 September, AGSA akan mengadakan simposium besar yang menghadirkan pembicara dari Australia dan Indonesia untuk merayakan pameran sekaligus meluncurkan buku tersebut.

Pameran Two Islands, One Thread: The Art and Cultures of Lombok & Bali dapat dikunjungi secara gratis di AGSA mulai 15 Mei hingga 11 Oktober 2026, dengan informasi lebih lanjut tersedia melalui situs resmi agsa.sa.gov.au.

Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu jam 3 sore. Ikuti kami di Facebook dan Instagram, serta jangan lewatkan podcasts kami.

Gunakan SBS Audio, dapat diunduh dari App Store atau Google Play.

Bagian "Transkrip" dihasilkan dengan Kecerdasan Buatan (AI). Baca selengkapnya tentang penggunaan AI oleh SBS: https://www.sbs.com.au/aboutus/sbs-guiding-principles-for-use-of-ai/


Latest podcast episodes

Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Watch now