Perselisihan antar faksi di Partai Demokrat Indonesia tampaknya tidak akan pernah berakhir. Pekan lalu, Pemerintah tidak mau mengakui Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko sebagai ketua partai. Selanjutnya pada 05 April, lawan Moeldoko menyarankan agar dia membentuk partai baru. Hal ini memicu reaksi tidak senang dari para pendukung Moeldoko.
Yoes C. Kenawas sedang menyelesaikan disertasinya tentang dinasti politik di Indonesia. Kenawas menjelaskan penyebab perselisihan dan konflik kepentingan yang memperbesar masalah. Apa artinya semuanya itu bagi demokrasi di Indonesia?
Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu jam 3 sore.
Ikuti kami di Facebook dan jangan lewatkan podcast kami.
Dan Anda dapat mengikuti perkembangan informasi terbaru tentang virus corona dalam bahasa Anda di sbs.com.au/coronavirus
Share





