Watch FIFA World Cup 2026™

LIVE, FREE and EXCLUSIVE

Bagaimana masa depan Partai Demokrat Indonesia?

Indonesian presidential candidates register for the 2019 presidential election in Jakarta.
Commander of the Joint Task Force Command Agus Harimurti Yudhoyono (L) posing with 2019 Presidential candidate Prabowo Subianto (C) and Sandiaga Uno. Source: Image by Eko Siswono Toyudho via Getty) August 2018

Perselisihan antar faksi di Partai Demokrat Indonesia tampaknya tidak akan pernah berakhir. Pekan lalu, Pemerintah tidak mau mengakui Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko sebagai ketua partai. Selanjutnya pada 05 April, lawan Moeldoko menyarankan agar dia membentuk partai baru. Hal ini memicu reaksi tidak senang dari para pendukung Moeldoko.


Published

Updated

By sri dean

Presented by sri dean

Source: SBS



Share this with family and friends


Perselisihan antar faksi di Partai Demokrat Indonesia tampaknya tidak akan pernah berakhir. Pekan lalu, Pemerintah tidak mau mengakui Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko sebagai ketua partai. Selanjutnya pada 05 April, lawan Moeldoko menyarankan agar dia membentuk partai baru. Hal ini memicu reaksi tidak senang dari para pendukung Moeldoko.


Yoes C. Kenawas sedang menyelesaikan disertasinya tentang dinasti politik di Indonesia. Kenawas menjelaskan penyebab perselisihan dan konflik kepentingan yang memperbesar masalah. Apa artinya semuanya itu bagi demokrasi di Indonesia?

Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu jam 3 sore.

Ikuti kami di Facebook dan jangan lewatkan podcast kami.

Dan Anda dapat mengikuti perkembangan informasi terbaru tentang virus corona dalam bahasa Anda di sbs.com.au/coronavirus

 


Latest podcast episodes

Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Stream now