Sebuah penelitian telah menunjukkan bahwa vaksin AstraZeneca memberikan lebih sedikit perlindungan terhadap varian virus corona baru yang pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan.
Badan kesehatan PBB mengeluarkan panduannya pada hari Rabu mencatat sebuah penelitian yang menunjukkan efektivitas terbatas terhadap COVID-19 versi ringan.
Tetapi tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa vaksin tersebut tidak melindungi dari penyakit parah
Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu jam 3 sore.
Ikuti kami di Facebook dan jangan lewatkan podcast kami.
Untuk mendapatkan perkembangan coronavirus terbaru dalam Bahasa Indonesia, kunjungi sbs.com.au/coronavirus



