Watch FIFA World Cup 2026™ LIVE, FREE and EXCLUSIVE

How this Indonesian Muslim community in Brisbane observes Ramadan

IISB.png

Indonesian Islamic Society of Brisbane's advisor Deni Kurniawan. Credit: Supplied/Instagram iisb.inc

Get to know one of the Indonesian community organisations in Queensland, the Indonesian Islamic Society of Brisbane, and find out what their activities are during the month of Ramadan.


Founded in 1975, Indonesian Islamic Society of Brisbane (IISB) is one of the Indonesian community organisations in Brisbane. This community conducts various activities throughout the year especially during the holy month of Ramadan.

Described as a forum for community gatherings, religious studies, and other social programs, IISB receives support from various segments of the community living in the southeastern side of Queensland.

SBS Indonesian spoke with IISB advisor, Deni Kurniawan, about his organisation and the special significance of this year's Ramadan

Listen to the full interview.

Listen to SBS Indonesian on Mondays, Wednesdays, Fridays and Sundays at 3pm.
Follow us on Facebook and Instagram, and don't miss our podcasts.

Bergabung bersama dengan SBS Indonesian ada teman baru dari Brisbane. Halo Pak

-Deni Kurniawan apa kabar? -Halo Mbak, Mbak Tia terima kasih ya. Eh

-kabar baik alhamdulillah saya hari ini. -Puasa masih lancar Pak?

Alhamdulillah sejauh ini lancar ya di Brisbane.

-Belum ada bolongnya Pak? -Waduh kayaknya kita nggak, nggak ini ya

Pak sudah nggak bolong nih. Halo udah [tertawa] nggak boleh bolong lagi.

[tertawa] Nggak boleh-- udah nggak ada cerita bolong ya Pak ya?

Sudah nggak boleh bolong ya. Kalau laki-laki apalagi ya.

Oh gitu ya bener nggak ada alasan ya Pak ya.

-Nggak ada alasan, nggak ada alasan. -Pak Deni ini dari Indonesian Islamic

Society of Brisbane. Beliau adalah salah satu advisor begitu ya Pak?

Betul Mbak ya. Saya satu advisor untuk Indonesia Islamic Society of Brisbane.

Nice. Ini boleh kita kenalan dulu mungkin Pak dengan komunitasnya.

Ya terima kasih Mbak Tia. Ini kami dari Indonesia Islamic Society of Brisbane ini

adalah salah satu

organisasi masyarakat Indonesia yang ada di Brisbane ya. Kami sudah berdiri sejak

tahun '75 jadi tahun ini sudah menginjak umur lima puluh satu tahun. Dan

apa anggotanya memang

yang kita rang-- apa yang kita masukkan dalam anggota IISB adalah umat muslim yang

Indonesia yang ada di South East Queensland ya. Jadi yang ada di Brisbane

dan sekitarnya.

Memang saat ini

apa anggotanya itu ada yang dari student, yang dari Indonesia dan juga

para diaspora Indonesia yang menetap di Queensland ya di Brisbane dan sekitarnya

gitu. Ya untuk kegiatannya sih memang ada beberapa ada tiga kegiatan yang kita

laksanakan di IISB. Yang pertama itu adalah ini tempat silaturahmi ya tempat

kumpul masyarakat muslim yang ada di Brisbane dan sekitarnya. Kemudian juga

kami ada kajian-kajian, kita juga ada beberapa program sosial juga, ada bikin

madrasah Indonesia. Jadi

ada pengajian rutin, kemudian juga ada TPA untuk anak-anak, kemudian juga ada

beberapa diskusi ya tentang keagamaan dan keindonesiaan. Dan yang lainnya juga

adalah

ya ini adalah ajang silaturahmi lah untuk teman-teman

muslim yang ada di Brisbane dan sekitarnya.

Oh dan Bapak sendiri kalau masih ingat mungkin kurang lebih berapa tahun terakhir

-terlibat di IISB ini Pak? -Kebetulan saya masih student ya Mbak Tia.

Jadi saya datang tahun 2023 jadi saya kurang lebih sudah aktif di IISB kurang

-lebih tiga tahun ya sejak ini. -Nah, jadi boleh dong tiga tahun terakhir

ini

kalau masa Ramadan kemudian menjelang Idul Fitri dan di Idul Fitri sendiri

rekan-rekan IISB ini acaranya biasanya bagaimana Pak?

Ya Idul Fitri atau Ramadan ini memang salah satu bulan paling padat ya IISB

setiap tahun itu selalu mengadakan kegiatan keagamaan ya. Terutama apa

namanya kegiatan yang paling besar itu kami selalu mengadakan buka bersama untuk

masyarakat Indonesia yang ada di Queensland. Itu biasanya setiap hari Sabtu

kita adakan berkeliling di kampus-kampus dan kebetulan di sini ada di

apa Griffith University, di University of Queensland, di QUT ya Queensland

University of Technology dan juga di Indonesia Muslim

Center of Queensland juga. Jadi itu salah satu yang terbesar biasanya setiap akhir

minggu setiap Sabtu itu ada sekitar empat ratus sampai lima ratus masyarakat

Indonesia yang ikut buka bersama bersama kami.

Yang kedua juga di apa di bulan Ramadan itu kita juga melaksanakan tarawih

keliling Mbak. Jadi

kita keliling ke rumah-rumah melaksanakan salat tarawih

dan siraman rohani di sana gitu. Jadi ya lumayan cukup padat. Jadi selama bulan

Ramadan biasanya kami mengadakan mungkin bisa sampai tiga puluh sampai empat puluh

kegiatan ya.

Apa kegiatan di Ramadan ini. Kalau IISB itu kepengurusannya per tahun ya. Jadi

setiap tahun kita ada annual, annual general meeting gitu

dan setiap tahun

apa namanya pengurusnya berganti. Jadi saya tahun kemarin kebetulan saya

-presidennya. -Ya.

Tapi karena sudah satu tahun berganti ke pengurus yang lain. Biasanya memang

yang sebagian besar yang jadi pengurus itu biasanya student dari yang ada di

Queensland ya. Dan ya kalau untuk siapa yang me-manage itu biasanya kita ada

komite lima orang. Kemudian kita juga untuk kegiatan-kegiatan seperti ini kita

membentuk panitia melibatkan student dan juga penduduk Indonesia yang ada di sini

Mbak. Jadi ya yang, yang apa yang mengorganisir sebetulnya ya gantian aja

kita.

Karena kalau dari ceritanya tadi setiap minggu misalnya setiap Sabtu gitu kan ada

buka puasa bersama kemudian di tempat yang beda-beda ini kayaknya repot sekali

-komitenya gitu kan Pak? -Betul iya lumayan gitu ya. Jadi memang

setiap minggu itu kita menyediakan paket makanan meals ya untuk sekitar ya paling,

paling sedikit biasanya tiga lima puluh sampai empat ratus gitu ya

untuk masyarakat yang berbuka itu. Kita juga melaksanakan ibadah apa salat tarawih

juga. Tapi ya alhamdulillah Mbak jadi kalau untuk memenuhi itu ada kita gotong

royong lah seperti kebudayaan orang Indonesia ya. Jadi ada beberapa teman

student yang menyumbang mungkin makanan sepuluh paket, ada yang dua puluh paket,

lima puluh paket, ada juga yang menyumbang sampai seratus gitu ya. Ada juga beberapa

kali itu ada kebetulan teman Indonesia yang udah punya bisnis di sini, punya

bisnis makanan gitu beliau jadi sponsor menyediakan empat ratus bakso gitu ya atau

empat ratus makanan gitu. Jadi

ya kita inilah gotong royong dan juga apa melaksanakan fundraising juga dari

komunitas Indonesia yang ada di sini secara swadaya ya.Alhamdulillah Mbak masih

berjalan lancar dan ya kita, kita mengelola dan memberdayakan anggota saja

Mbak. Jadi kita juga kerja sama dengan-- kalau dari IISB kita biasanya kerja sama

dengan ee yaitu masyarakat Indonesia juga kita selalu kerja sama dengan berbagai

macam lembaga Indonesia juga yang ada di sini ya. Jadi komunitas-komunitas yang

lain gitu ya kita ajak juga

ee dari berbagai ee apa latar belakang gitu ya. Jadi kita istilahnya mencoba

untuk

membuat apa supaya Ramadan ini bisa berkah sebenarnya maksudnya. Makanya salah satu

program yang, yang kita laksanakan di Ramadan itu ee kita punya brand Mbak

namanya SERAMBI. Semarak Ramadan di Brisbane gitu. Jadi kita mencoba untuk apa

me-melibatkan sebanyak mungkin entitas ee masyarakat Indonesia dan ee pemerintah

juga yang di sini. Itu alhamdulillah tahun kemarin ee 2 minggu kemarin, kemarin kita

juga

ee undang ini salah satu minister yang Minister of Multiculture dari Queensland

ya untuk hadir di buka bersama. Jadi kita juga memperkenalkan ini budaya Indonesia

seperti ini kepada ee apa

elemen pemerintahan juga yang ada di Queensland.

-Right. Dan Serambi juga tampil begitu? -Serambi tampil ya.

Jadi kita, kita undang minister-nya untuk datang bersama-sama buka bersama sama

-masyarakat Indonesia di acara kami gitu. -Jadi ini kalau mungkin ada pendengar yang

tinggal di daerah Brisbane kemudian belum terlibat dengan organisasi ini dan

kepingin gitu berarti boleh ya karena ini sebenarnya terbuka untuk umum. Betul, Pak

-Deni? -Betul ya terbuka untuk umum Mbak. Jadi ee

memang itu seringkali sih kita ee apa namanya keterbatasannya memang

kadang-kadang di ini ya di tempat ya. Jadi memang biasanya yang antusiasme

masyarakat untuk ikut tuh selalu banyak ya bisa sampai lima ratus gitu. Cuma

kadang-kadang memang di lokasi karena keterbatasan tempat dan segala macam

mungkin biasanya sampai lima ratus, empat lima puluh gitu ya. Tapi ini kita ee

selalu ee sebarkan undangan di grup-grup WhatsApp dan juga di ee sosial media milik

IISB Mbak di IISB dot inc gitu ya.

-Di Instagram ataupun di Facebook. -Oke.

Kami mengundang masyarakat Indonesia untuk bergabung di acara-acara kami.

Right. Ini kan di pekan terakhir bulan Ramadan ya, Pak Deni. Ini apakah masih

akan ada acara lagi yang besar dari IISB atau langsung nanti pada saat Idul Fitri

atau bagaimana?

Biasanya masih ada Mbak. Jadi ee yang akan kita laksanakan biasanya untuk Ramadan

karena alhamdulillah kalau di, di Brisbane itu kita juga masyarakat Indonesia sudah

punya masjid ya. Jadi ada Indonesia Muslim ee Center of Queensland. Jadi ini

masjid Indonesia yang bisa menampung sekitar lima ratus sampai enam ratus

jemaah. Jadi IISB bekerja sama dengan IMCQ itu melaksanakan ee shalat Idul Fitri

ee berjamaah Mbak. Kita mengundang masyarakat untuk datang ke situ,

menyiapkan ee apa tempatnya, IMCQ menyediakan makanannya gitu ya. Jadi

shalat, setelah shalat Ied ada makanan Indonesia juga gitu ya. Kadang-kadang

untuk student juga kita fasilitasi untuk jemputan ee dari kampus ya. Jadi kita

sediakan bis lah gitu. Dan ee ya ramai sekali lah untuk ee masyarakat Indonesia.

Yang keduanya juga kami coba untuk kerja sama ee kegiatan besar lagi kalau di akhir

Ramadan itu ee ini ada i'tikaf juga di Masjid Indonesia itu. Jadi ee kegiatan

setiap hari selama sepuluh hari terakhir dan juga ee kita memfasilitasi warga yang

ingin menunaikan zakat fitrah ya

di akhir Ramadan gitu. Dan kita salurkan kepada masyarakat Indonesia yang ada di

sini dan juga kerja sama dengan lembaga amil zakat yang ada di Indonesia.

Oke ada informasi berarti kalau tentang shalat Ied seperti itu tersebarnya juga

-melalui sosial media begitukah Pak? -Betul ya bisa melalui sosial media, ee

melalui sosmed kita di Instagram ataupun di ee Facebook ya dan juga kita ada

website ee official dari IISB juga Mbak, IISB ee dot org.

Pak Deni mungkin pertanyaan terakhir. Untuk Pak Deni sendiri juga mungkin Idul

Fitri tahun ini di antara segala macam berita dunia yang sedang kurang baik-baik

saja begitu mungkin. Adakah perbedaan menjalankan puasa Ramadan dan juga

hari Idul Fitri untuk tahun ini Bapak?

Iya memang kalau untuk tahun ini kita

mungkin ee apa sedikit bersimpati dan mungkin khawatir juga karena di situasi

global lagi tidak aman ya mungkin ya ada perang dan yang lain-lain

dan juga teman-teman di Indonesia mungkin ee kelihatannya juga secara ekonomi

kondisinya mungkin tidak terlalu bagus juga ya. Jadi kalau di Brisbane sendiri

sebetulnya tidak ada perubahan sih Mbak ya. Ini cuman kita juga mencoba untuk

menyampaikan pesan kepada teman-teman kita yang ikut acara itu bahwa kita perlu

bersyukur bahwa kita masih bisa menikmati Ramadan dengan lancar, aman, baik di sini

dan kita selalu berdoa ee supaya kondisi global ini semakin baik gitu ya dan apapun

yang terjadi ee hal-hal konflik itu bisa ber apa bisa berlalu secepatnya dan

kembali aman gitu. Jadi kita mencoba untuk bersyukur dan mengingatkan kepada

teman-teman bahwa ya kita diberikan anugerah untuk bisa hidup di lingkungan

yang baik seperti sekarang. Jadi apa namanya mendorong untuk melakukan kebaikan

juga bagi orang lain yang membantu sesama gitu ya. Jadi ya itu salah satu ininya

lah salah satu moral booster juga selama Ramadan yang kita dorong juga.

Pak Deni Kurniawan, terima kasih waktunya bersama SBS Indonesian.

Terima kasih, Mbak. Salam untuk teman-teman juga.

END OF TRANSCRIPT

Share

Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Watch now