Saat itu seharusnya menjadi akhir dari budaya Influencer ketika, pada bulan Mei, Instagram menghapus visibilitas publik dari 'likes' sehingga "pengikut/followers fokus pada foto dan video yang dibagikan, bukan pada berapa banyak like yang mereka dapatkan."
Minggu ini, peneliti aplikasi Jane Manchun Wong melihat kode di aplikasi Android Facebook yang menyembunyikan jumlah persis dari 'like' semua orang, kecuali poster aslinya:
Seperti halnya suka Instagram, melalui poster itu masih dapat dilihat daftar lengkap berapa banyak orang yang menyukai posting tersebut tetapi pengguna hanya akan melihat bahwa postingan itu disukai oleh “[seorang teman] dan orang lain”.
Menyusul penemuan Manchun Wong, Facebook mengonfirmasi kepada TechCrunch bahwa mereka sedang mempertimbangkan untuk menghapus jumlah ‘like’. Meski demikian perusahaan itu belum mengumumkan lini waktu untuk potensi perubahan pada fungsi 'Like' di Facebook.
Facebook, yang memiliki Instagram, menolak memberikan informasi apa pun mengenai hasil menghapuskan 'like' Instagram di pasar uji coba.
Manchun Wong juga adalah orang yang menyampaikan berita tentang Instagram menghapus 'like' tepat 12 hari sebelum Instagram membuat pengumuman resmi.
Saat ini, Instagram sedang menguji fitur tanpa 'like' di tujuh negara termasuk Australia, Selandia Baru, Brasil, Jepang, Italia, dan Irlandia.
Manchun Wong telah menuliskan di blog tentang bagaimana penggabungan fitur ini ke Facebook menunjukkan bahwa hal ini tidak memiliki efek negatif pada pengiklan atau influencer seperti yang pernah diprediksikan.
