Australia membutuhkan lebih banyak informasi tentang etnis dalam pengumpulan data COVID

Traders and shoppers at Paddy's Market in Sydney

Traders and shoppers at Paddy's Market in Sydney Source: AAP

Namun di Australia, data tentang COVID-19 dan etnisitas sangat langka dan itu telah mendorong seruan untuk mengumpulkannya dalam perang melawan pandemi.


Royal Australian College of General Practitioners telah membuat kampanye dalam berbagai bahasa, untuk lebih menjangkau komunitas migran.

Para pakar mengatakan memiliki data yang lebih baik tentang siapa yang akan datang untuk menjalani tes  dapat membantu menginformasikan inisiatif kesehatan masyarakat.

Di bawah National Notifiable Diseases Surveillance System, tidak ada kewajiban hukum bagi negara bagian dan teritori untuk mengumpulkan data apa pun tentang etnis, dengan pengecualian indikator Aborigin dan Penduduk Pribumi Selat Torres.

Itu terlepas dari sensus 2016 yang menemukan hampir setengah dari semua warga Australia lahir di luar negeri atau memiliki orang tua yang lahir di luar negeri.


Share

Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Watch now