Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek yang akan datang, komunitas di seluruh dunia, termasuk di Brisbane, Australia, tengah bersiap menyambut Tahun Kuda dengan tradisi tari singa yang diyakini membawa keberuntungan.
Di sebuah tempat pelatihan sederhana, sekelompok penari dari berbagai usia mendedikasikan diri mereka untuk menguasai seni tradisional ini yang menuntut disiplin tinggi dan kerja sama tim yang erat.
Pelatih seperti Jordan Do kini fokus menurunkan warisan budaya ini kepada generasi muda keturunan Asia-Australia, termasuk murid-murid cilik seperti Aston Guo dan Remy Vrecko.
Latihan tersebut mencakup sinkronisasi gerakan kostum dengan irama gendang yang dianggap sebagai detak jantung singa, hingga teknik tingkat tinggi di atas tiang besi atau jong yang dilakukan oleh para penari senior.

Selain menjadi sarana pelestarian budaya, tari singa di Brisbane kini berkembang menjadi olahraga kompetitif yang inklusif.
Dengan rekam jejak kompetisi hingga ke tingkat internasional, seni pertunjukan ini terus berkembang menjadi jembatan budaya yang membanggakan bagi generasi baru di Australia.




