Watch FIFA World Cup 2026™ LIVE, FREE and EXCLUSIVE

Bukan Hanya Makanan, Indonesian Street Food Festival 2026 Juga Perkenalkan Lagu Daerah kepada Warga Australia

Singer Anna Balani and Contempo band at the Indonesian Street Food Festival 2026.

Singer Anna Balani and Contempo band at the Indonesian Street Food Festival 2026. Credit: Supplied/Anna Balani/Anu Thomas

Indonesian Street Food Festival 2026 yang diselenggarakan ICAV di Queen Victoria Market menghadirkan beragam kuliner Nusantara dan penampilan musik lagu-lagu daerah Indonesia.


Indonesian Street Food Festival kembali digelar oleh Indonesian Community Association of Victoria (ICAV) di Queen Victoria Market, Melbourne, pada 28 dan 29 Maret 2026. Festival ini merupakan acara tahunan yang menghadirkan berbagai makanan khas Indonesia––termasuk ketoprak, pempek, lontong, bakso cuanki.

Selain kuliner, festival ini juga dimeriahkan oleh penampilan musik dari band-band Indonesia di Melbourne. Salah satunya adalah Contempo, yang membawakan lagu-lagu daerah Indonesia dengan aransemen jazz, lengkap dengan busana batik dan tenun.

SBS Indonesian berbincang dengan penyanyi Contempo, Anna Balani, mengenai pengalamannya tampil di festival ini, upayanya memperkenalkan lagu-lagu daerah Indonesia kepada warga Australia, serta pentingnya menjaga dan mewariskan budaya Indonesia bagi diaspora di Melbourne. Ada juga komentar warga tentang apa yang mereka nikmati di acara ini.

Food stalls serving Indonesian favourites line the Queen Victoria Market during the Indonesian Street Food Festival 2026.
Food stalls serving Indonesian favourites line the Queen Victoria Market during the Indonesian Street Food Festival 2026. Credit: SBS Indonesian/Anne Parisianne

Dengarkan podcast ini selengkapnya.

Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu jam 3 sore.
Ikuti kami di Facebook dan Instagram, serta jangan lewatkan podcast kami.

Tadi aku nyari pempek sama ketoprak terus kebetulan dua-duanya ada juga di Melbourne

Festival ini. Karena jarang ketemu, kalau ketoprak sebenarnya banyak, tapi kalau

pempek tuh susah, agak susah buat dicari di Melbourne. Jadi aku pengen nyari

makanan yang udah lama nggak aku makan. Dulu tuh makanan staple aku pas S1, aku

sering banget makan ketoprak sama pempek. Jadi kayak kangen aja sih. Jadi aku kan

suka keju banget. Nah habis itu dulu tuh kalau di kantin S1 aku, aku suka banget

nambahin ketoprak sama keju. Terus temen-temen aku semua pada kayak, "Apaan

sih lo aneh banget ngapain makan ketoprak sama keju?" Tapi jujur harus banget dicoba

-sih karena itu enak banget. -Aku sebenarnya cari yang agak-agak berkuah

gitu mbak karena kan habis hujan dan ketika aku ketemu salah satu stand aku

putuskan belinya lontong. Karena lontong tuh paling identik dengan suasana seperti

ini yang kayak masih, masih anget-anget, habis hujan juga, terus juga ya kangen aja

-dengan makanan Indonesia. -Tadi udah makan bakso Cuan Kie, terus

nyobain kue-kue gitu kan yang biasanya ada di Indonesia. Ternyata di sini ada gitu,

ada yang bikin. Karena salah satunya nggak pedes, terus habis itu juga rasa kangen

ya sama rasanya bakso Cuan Kie, nggak cuma yang bakso biasa aja tapi ada yang

goreng, ada pangsitnya juga tadi gitu. Comfort food banget sih karena ada mienya,

ada dagingnya, ada sayurnya gitu kan jadi udah komplit dan berkuah. Ini kan lagi

rada tadi agak dingin terus sekarang rada panas jadi cari yang kuah anget-anget

-gitu. - Itu tadi Sasha, Hakim, dan Hanny,

beberapa pengunjung Indonesian Street Food Festival 2026 yang diselenggarakan oleh

ICAF di Queen Victoria Market di Melbourne menceritakan makanan-makanan Indonesia

yang mereka cari dan coba di festival ini. Buat mereka, makanan-makanan ini bukan

sekedar jajanan tapi juga obat kangen akan rasa Indonesia. Tapi ternyata, di

festival ini bukan cuma soal makanan. Di atas panggung ada juga penampilan musik

yang membawakan lagu-lagu daerah Indonesia yang dikemas ulang dengan aransemen jazz,

lengkap dengan busana batik dan tenun. Menariknya, yang menikmati bukan hanya

diaspora Indonesia tapi juga warga Australia lainnya yang berlalu-lalang di

Victoria Market. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut soal upaya memperkenalkan

budaya Indonesia lewat musik ini, saya berbincang dengan Anna Balani, penyanyi

dari salah satu band Indonesia di Melbourne yang tampil pada hari itu.

-Berikut percakapan kami. -Halo, nama saya Anna Balani.

Dan Mbak Anna sekarang sedang di Indonesian Street Food Festival, tadi

tampil. Tampilnya dalam rangka apa nih, Mbak?

Saya dalam rangka mengisi acara ini sebagai performance... salah satu

performance... yaitu Indonesian band di Melbourne.

Tadi Mbak Anna sempat menyanyikan lagu-lagu Indonesia, begitu?

Iya, kita kebanyakan menyanyikan lagu-lagu Indonesia, mempromosikan lagu-lagu dan

budaya Indonesia dengan cara lagu daerah dan kita memakai pakaian juga pakaian

batik dan tenun agar supaya lebih dikenal oleh warga negara Australia.

Ini memang unik mempromosikan lagu-lagu Indonesia karena di sini yang saya lihat

saat ini banyak bukan orang Indonesia malah, tapi Mbak Anna bernyanyi di atas

panggung menyanyikan lagu-lagu Indonesia dan lagu daerah gitu. Saya lihat juga nih,

ada juga tetap yang kayak fokus gitu melihat dan ini gimana ya rasanya Mbak

Anna? Kok banyak orang yang bukan orang Indonesia tetap senang juga mendengar?

Iya, saya sebagai warga negara Indonesia yang tinggal di Melbourne tentu saja proud

ya karena budaya saya bisa lebih dikenal oleh orang warga negara Australia,

terutama lagu-lagu Indonesia.

Lagu-lagu dari semua kita, kita sebagai warga Indonesia punya banyak budaya

culture yang harus kita explore dan kita perkenalkan ke warga negara Australia, ke

orang-orang Australi. Dan so far saya bangga banget dan happy karena sambutan

mereka sangat antusias ketika kami menyanyikan lagu-lagu daerah, lagu-lagu

Indonesia yang notabene nggak, nggak semua band Indonesia di Melbourne yang

menyanyikan lagu-lagu daerah dan dikemas lagi dalam bentuk jazz atau diaransemen

-lagi, tidak. -Menurut saya ini unik karena biarpun

terkadang di Indonesia pun banyak orang yang lebih memilih lagu barat begitu ya.

Acara seperti ini tuh acara makan ya memang sering dan ada acara musik itu khas

Indonesia banget. Tapi ini menurut Mbak Anna nih apa sih yang bikin lebih

spesialnya acara seperti ini ada di Australia?

Yang lebih spesialnya karena ini di Victorian Market ya yang which is

unusual. Di sini banyak banget orang berlalu-lalang, terutama orang dan

berbagai macam food sebenarnya bisa ditemukan di sini. Tapi untuk khusus hari

ini,

kita mempromosikan Indonesian food dan lagu-lagu.

Tapi kalau Mbak Anna sebagai penyanyi nih, di Melbourne lebih pilih mana sih nyanyi

lagu Indonesia apa lagi nyanyi barat atau dua-duanya?

Saya dua-duanya suka, tapi saya prefer, lebih prefer membawakan lagu Indonesia.

Karena saya mau

orang-orang di sini enjoying Indonesian song as well, not only Indonesian food.

Mereka tahu Indonesian song dan mereka tahu bahasa Indonesia karena some of the

school in here mereka teaching Indonesian bahasa kan, bahasa Indonesia kan. Jadi ya

kita bangga dong di sekolah-sekolah sini some school they teach the kids bahasa

-Indonesia. -Tadi kan Mbak Anna bilang diminta panitia

untuk menyanyikan lagu daerah. Kenapa dimintanya untuk menyanyikan lagu daerah

-untuk acara ini? -Sebenarnya sih kalau untuk saat ini karena

lebih ke inisiatif ya. KarenaYang pertama dari semua

pulau-pulau di Indonesia kan kita terdiri dari beberapa pulau tuh di Indonesia.

Jadi kalau misalkan kita membawakan lagu barat kayaknya udah kurang nendang gitu.

Jadi kita mau vibesnya vibes Indonesia banget.

Jadi nggak cuma warga Indonesia tapi orang-orang Australi bisa makan, makan

makanan Indonesia dengan enjoying Indonesian music as well.

Tadi Mbak Anna sudah cobain belum street food-nya?

Sate. Satenya enak banget. Terus sambel SS pedes ya. Kalau yang pada doyan pedes

bisa cobain sambel SS. Saya tidak affiliate atau mempromosikan tapi saya

suka makan pedes.

Dan di situ ada selain itu ada Dapurnya Bubu itu juga enak. Hampir semuanya lah

enak. Saya, saya sering bingung kalau, kalau ada Indonesian festival specially

ICAV yang ngadain. Jadi saya bingung. Saya beli satu-satu takeaway.

Sebelum datang ke sini nih yang pengen dicari, yang pengen dicoba banget nih apa?

Nasi padang, rendang, gulai per gulai. Itu

enak sekali dan kalau untuk masaknya kan sangat ribet. Mendingan kita beli aja di

sini. Kita beli dengan harga sekian dolar udah include semuanya, udah pakai nasi,

-everything complete, just enjoy. -Kalau pulang ke Indonesia biasanya yang

-dicari makanannya apa? -Karena saya dari pulau Jawa, saya dari

Surabaya specially. Biasanya rujak cingur ya. Rujak cingur, bebek goreng, something

kayak ikan goreng, ikan bakar, lalapan-lalapan seperti itu, itu very

famous di

-Surabaya. -Sebagai katakanlah orang Indonesia yang

sudah lama tinggal di Melbourne, dari sisi kitanya sendiri nih sesama orang

Indonesia untuk apa sih seperti

ya mempertahankan budaya kita sendiri itu untuk apa ya?

Mempertahankan, yah kita sangat perlu mempertahankan budaya kita karena kita

bakal passing ke anak cucu kita bahwasanya our root is from Indonesia, from this

culture. Jadi mereka bisa mempelajari bahasa budaya. Jadi tidak luntur walaupun

anak-anak saya atau suami saya yang notabene sudah tinggal lama di Australia,

mereka masih mengenal budaya-budaya Indonesia. Especially makan dari segi

makanannya. Karena I'm sure Indonesian food is, is very delicious. Ya pasti

dicari kemana-mana seperti nasi goreng, mie goreng, bakso, apalah itu semua satai.

Banyak sebenarnya makanan Indonesia yang, yang nggak ada dijual di sini, yang kita

harus memperkenalkan. Karena Indonesia itu dari beberapa pulau

itu mempunyai ciri khas makanan sendiri-sendiri. Yang misalkan soto. Soto

di Sumatera dengan soto di Kalimantan dan soto di Sulawesi atau soto di Jawa pasti

rasanya dan bentukannya berbeda, ya kan. Nah, itu seharusnya kita memperkenalkan

semua tuh di sini. Mungkin next kita bisa bikin

another event kayak Soto Station khusus soto the whole Indonesia.

-Ya kan? Belum ada kan? -Mbak Anna Balani,

terima kasih ya atas waktunya sudah berbincang dengan SBS Indonesian.

Terima kasih.

END OF TRANSCRIPT

Share

Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Watch now