Terburu-buru untuk mengembangkan dan mendistribusikan vaksin anti COVID-19 telah menimbulkan banyak pertanyaan praktis dan etis khususnya terkait masalah distribusi yang adil, baik di dalam negeri maupun internasional. Namun, seorang perempuan muda Indonesia yang memainkan peran kunci dalam mengembangkan pendekatan untuk produksi skala besar vaksin AstraZeneca, hanya memiliki motif tanpa pamrih.

Dr Carina Citra Dewi Joe adalah seorang peneliti di Jenner Institute di Inggris. Dia adalah salah satu pemegang paten untuk vaksin AstraZeneca. Di awal bulan September, Dr Carina menjelaskan kepada Sri Dean perannya dalam pengembangan vaksin dan harapannya untuk penggunaannya. Dan ada koneksinya dengan Australia.
Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu jam 3 sore.
Ikuti kami di Facebook dan jangan lewatkan podcast kami.
Dan Anda dapat mengikuti perkembangan informasi terbaru tentang virus corona dalam bahasa Anda di sbs.com.au/coronavirus





