Watch FIFA World Cup 2026™

LIVE, FREE and EXCLUSIVE

Jauh Merantau, Meja Makan Tetap Terasa 'Rumah'

Kris Redden and Ruby Healey co-authoring the book _Merantau_ Stories of Indonesian Food and Migration._ Credit_ SBS Indonesian_Anne Parisianne.jpg

Kris Redden and Ruby Healey co-authoring the book 'Merantau: Stories of Indonesian Food and Migration.' Credit: SBS Indonesian/Anne Parisianne

Dari semangkuk bubur ayam hingga kisah pelaut Makassar, pasangan Kris Redden dan Ruby Healey mengangkat cerita diaspora Indonesia di Melbourne yang selama ini jarang terdengar melalui buku karangan mereka.


Published

By Anne Parisianne

Presented by SBS Indonesian

Source: SBS




Share this with family and friends


Dari semangkuk bubur ayam hingga kisah pelaut Makassar, pasangan Kris Redden dan Ruby Healey mengangkat cerita diaspora Indonesia di Melbourne yang selama ini jarang terdengar melalui buku karangan mereka.


Kris Redden masih ingat betul saat pertama kali makan bubur ayam di Australia. Semua kenangan masa kecilnya di Jakarta seketika hadir kembali.

Pria berdarah Indonesia-Australia ini pindah dari Jakarta ke sebuah kota kecil berpenduduk 600 orang di Australia sekitar 15 tahun yang lalu. Lama tinggal di Australia, rasa rindu akan Indonesia lah yang membuatnya memahami betapa kuatnya peran makanan dalam kehidupan diaspora Indonesia.

Bersama tunangannya, Ruby Healey, Redden kemudian mengabadikan kisah sembilan keluarga Indonesia di Victoria dalam Merantau: Stories of Indonesian Food and Migration, yang baru saja diluncurkan. Di balik setiap resep, tersimpan cerita tentang identitas, kerinduan, dan kebersamaan di negeri orang.

Each recipe in the book is accompanied by the story of the contributor who shared it.jpg
Each recipe in the book is accompanied by the story of the contributor who shared it. Credit: SBS Indonesian/Anne Parisianne

Di dalam buku itu, salah satu kisah yang paling membekas baginya adalah cerita Mama Nining, salah satu pendiri Sanggar Lestari. Muslimah ini memilih pergi ke gereja berbahasa Indonesia saat pertama tiba di Australia, semata demi bisa berkumpul dengan sesama dan menikmati masakan rumahan bersama.

Redden juga menyoroti sejarah yang jarang diketahui publik: hubungan pelaut Makassar dan suku asli Yolngu jauh sebelum era kolonisasi, di mana pertukaran budaya terjadi di sekitar tungku masak yang sama.

Bagi Healey, yang tumbuh besar di Adelaide tanpa banyak terpapar masakan Indonesia, keterlibatannya berangkat dari rasa syukur atas kehangatan komunitas diaspora Indonesia di Melbourne yang ia rasakan selama bertahun-tahun. Menurutnya, makanan adalah bahasa cinta yang tidak memerlukan penerjemah.

Simak perbincangan lengkap SBS Indonesian dengan Kris Redden dan Ruby Healey untuk mendengar cerita lebih lengkap.

Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu jam 3 sore.
Ikuti kami di Facebook dan Instagram, serta jangan lewatkan podcast kami.


Latest podcast episodes

Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Stream now